Kompas.com - 12/06/2013, 17:39 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

KENDARI, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, telah mengantongi dua nama pelaku penyerangan sebuah kos di Lorong Bintang depan kampus Universitas Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara.

Penyerangan oleh sekelompok orang bertopeng itu, mengakibatkan La Ode Akbar Ilham (28) tewas di tempat. Dan tiga orang lainnya terluka pada Jumat (7/6/2013) malam.

Dua dari lima orang yang diduga melakukan penyerangan dengan menggunakan senjata tajam teridentifikasi berinisial A dan E. Dari hasil pemeriksaan delapan saksi, polisi memastikan kawanan pria bercadar bersenjata tajam yang mendatangi korban saat berada di asrama Atis berjumlah lima orang. Namun pelaku yang menghabisi nyawa korban hanya satu orang.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Muhammad Faruk Rozi mengungkapkan, kasus pembunuhan ini diduga kuat berlatar dendam. Pasalnya, korban sendiri masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus pembunuhan di Kabupaten Muna. "Dugaan sementara aksi ini bermotif balas dendam, namun ini masih kita dalami karena seluruh pelaku masih dalam pengejaran," ujar Faruk Rozi di Mapolresta Kendari, Rabu (12/6/2013).

Menurut Faruk, dari pengembangan kasus ini, para pelaku bukan berlatar belakang mahasiswa. "Iya mereka bukan mahasiswa," ujarnya.

Meski para pelaku sudah teridentifikasi, namun hingga kini polisi belum menahan satupun dari kawanan pria bertopeng itu. "Mereka masih dalam pengejaran baik di dalam kota maupun di luar kota Kendari dan tidak lama lagi kita pastikan sudah ditangkap," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, sebuah rumah kos di Lorong Berlian, Jalan HEA Mokodompit, Kelurahan Kambu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara diserang orang bercadar, Jumat (7/6/2013) sekitar pukul 22.30 Wita. Insiden itu mengakibatkan La Ode Akbar ilham (28) tewas di tempat kejadian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akbar tewas setelah mengalami luka tusuk di bagian dada sebelah kanan dan luka iris di tangan kanan. Sementara satu korban lainnya bernama Sunu Raya (30) yang berstatus PNS di kantor Kesbang Provinsi Sultra dilarikan ke rumah sakit setempat karena mengalami luka iris di tangan kiri dan paha kiri.

Mayat Akbar kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Kendari diotopsi. Korban diketahui merupakan warga Lorong Empang, Kabupaten Muna, Sultra. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.