Ribuan Buruh Pabrik Rokok di Malang Demo

Kompas.com - 12/06/2013, 12:38 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

MALANG, KOMPAS.com - Ribuan buruh pabrik rokok di Malang, Jawa Timur, yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Malang dan Federasi Tembakau Makanan dan Minuman (FTMM) Malang, menggelar aksi unjuk rasa di kantor Bea Cukai, Kota Malang.

Dalam aksi tersebut, para buruh rokok itu menolak Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 78 yang dikeluarkan pada tanggal 11 April 2013 lalu, tentang penetapan golongan dan tarif cukai tembakau yang memiliki hubungan keterkaitan.

Peraturan Menteri Keuangan itu dinilai sebagai upaya untuk mematikan Pabrik Rokok kecil yang diproduksi di Indonesia dan sudah memiliki ribuan buruh. "Dengan adanya PMK itu buruh dan pabrik rokok kecil yang dirugikan," kata Asmuri, Korlap aksi dari perwakilan buruh PT Karya Niaga Bersama, Rabu (12/6/2013).

Dengan adanya peraturan menteri itu, Bea Cukai Malang didesak untuk segera mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 8 yang isinya mengenai perubahan tarif cukai pabrik rokok golongan II yang harus membayar sesuai dengan pabrik rokok besar atau golongan I. "Dengan catatan, pabrik rokok golongan II itu memiliki keterkaitan dengan pabrik rokok golongan I," tegas Asmuri.

Menurut Asmuri, jika peraturan menteri ini diterapkan, maka pabrik rokok kecil akan terancam gulung tikar. Sebab rokok kecil golongan II yang selama ini harganya tiap bungkusnya murah, sekarang harganya harus disamakan dengan rokok golongan I. "Dengan begitu, maka rokok golongan II tidak akan laku dipasaran," katanya.

Jika rokok tersebut tidak laku di pasaran, mayoritas pabrik rokok golongan II akan terancam gulung tikar dan menyebabkan ribuan buruh pabrik rokok kehilangan pekerjaan. "Jika ribuan buruh tak ada kerja, apakah pemerintah siap menyediakan lapangan pekerjaan? Ini yang harus dipikirkan oleh pemerintah. Jangan semaunya sendiri," tegas Asmuri.

Lebih lanjut Asmuri mengatakan, saat ini banyak pabrik rokok besar yang dikuasai pihak asing. "Apakah pemerintah tega mematikan produk rokok lokal sendiri. Tapi pihak asing yang dianakemaskan. Kita sudah dijajah secara ekonomi oleh pihak asing. Rakyatlah yang akan jadi korbannya," katanya.

Selama ini, dalam Gabungan Pengusaha Rokok Malang (Gaperoma), ada 10 pabrik rokok golongan II yang terancam akan gulung tikar, jika PMK itu tidak dicabut. Dari 10 pabrik itu salah satunya PR Gandum, PR Bentoel, PR Gerendel, PR Cakra, PR Penamas dan sejumlah pabrik rokok lainnya.

Sementara, selama ribuan buruh melakukan aksi di depan kantor bea cukai, terus melakukan orasi sembari berjoget dengan lagu "tolak PMK" karena dinilai akan menyengsarakan buruh pabrik rokok. "Jika masih belum dicabut, kita akan terus melakukan aksi," ancam Asmuri. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BIN Gelar Rapid Test Massal di Kawasan Zona Merah Surabaya, 153 Orang Reaktif

BIN Gelar Rapid Test Massal di Kawasan Zona Merah Surabaya, 153 Orang Reaktif

Regional
Pasien Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 17, Terbanyak dari Klaster Pasar Pinasungkulan Manado

Pasien Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 17, Terbanyak dari Klaster Pasar Pinasungkulan Manado

Regional
Pilkada Diundur, Bakal Cagub Sumbar Siapkan Dana Ekstra sampai Rp 50 Miliar

Pilkada Diundur, Bakal Cagub Sumbar Siapkan Dana Ekstra sampai Rp 50 Miliar

Regional
Pemprov Sulsel Klaim 12 Kabupaten Sudah Aman dari Covid-19

Pemprov Sulsel Klaim 12 Kabupaten Sudah Aman dari Covid-19

Regional
Honda Jazz Remuk Tertabrak Kereta di Grobogan, Terseret 30 Meter lalu Jatuh ke Sawah

Honda Jazz Remuk Tertabrak Kereta di Grobogan, Terseret 30 Meter lalu Jatuh ke Sawah

Regional
Fakta Ayah Setubuhi 2 Anak Tiri hingga Hamil, Terungkap Saat Diinterogasi Keluarga hingga Pelaku Diamuk Warga

Fakta Ayah Setubuhi 2 Anak Tiri hingga Hamil, Terungkap Saat Diinterogasi Keluarga hingga Pelaku Diamuk Warga

Regional
Pada 31 Mei, Maluku Tak Ada Kasus Positif Corona Baru

Pada 31 Mei, Maluku Tak Ada Kasus Positif Corona Baru

Regional
Pemkot Banjarmasin Putuskan Tak Perpanjang PSBB

Pemkot Banjarmasin Putuskan Tak Perpanjang PSBB

Regional
Penjagaan Ketat Perbatasan yang Didukung Warga, Kunci Lebong Nihil Covid-19

Penjagaan Ketat Perbatasan yang Didukung Warga, Kunci Lebong Nihil Covid-19

Regional
Empat Wilayah di Sumsel Bersiap 'New Normal', Palembang Tak Masuk

Empat Wilayah di Sumsel Bersiap "New Normal", Palembang Tak Masuk

Regional
Petugas Berpakaian APD Diusir dan Nyaris Diamuk Warga, Pejabat Desa: Keluarga Keberatan dan Kurang Nyaman

Petugas Berpakaian APD Diusir dan Nyaris Diamuk Warga, Pejabat Desa: Keluarga Keberatan dan Kurang Nyaman

Regional
Kawasan Wisata Lombok Barat Tutup, Ratusan Kendaraan hendak Berkunjung Dipaksa Putar Balik

Kawasan Wisata Lombok Barat Tutup, Ratusan Kendaraan hendak Berkunjung Dipaksa Putar Balik

Regional
Usai Periksa Pasien Covid-19, Perawat Diancam hingga Trauma, Ganjar: Jangan Aneh-aneh, Kita Lagi Kondisi Sulit

Usai Periksa Pasien Covid-19, Perawat Diancam hingga Trauma, Ganjar: Jangan Aneh-aneh, Kita Lagi Kondisi Sulit

Regional
Dari 62 Kasus Positif Covid-19 di Sukabumi, 59 Pasien dari Klaster Institusi Negara

Dari 62 Kasus Positif Covid-19 di Sukabumi, 59 Pasien dari Klaster Institusi Negara

Regional
3 Warga Ngada NTT Tewas Keracunan Belerang Saat Bakar Sarang Lebah

3 Warga Ngada NTT Tewas Keracunan Belerang Saat Bakar Sarang Lebah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X