Khofifah Optimistis Bisa Terus Maju

Kompas.com - 12/06/2013, 02:37 WIB
Editor

Surabaya, Kompas - Calon gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, optimistis dapat terus maju meski terganjal dukungan partai politik yang berkurang. Khofifah yang berpasangan dengan calon wakil gubernur Jatim, Herman Surjadi Sumawiredja, ini mengaku sudah memiliki tim untuk mengoptimalkan dukungan.

”Sekarang kami mencoba memahami apa yang perlu diperbaiki. Masih ada waktu,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama ini, Selasa (11/6), di Surabaya. Ia berencana tetap melanjutkan kegiatan menyapa dan melayani warga karena sudah ada tim yang bekerja. Namun, ia enggan mengungkap tim yang dimaksud.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim mencoret dukungan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI) dan Partai Kedaulatan (PK) karena dinilai bersikap mendua. Kedua partai itu mendukung Khofifah-Herman dan calon petahana Soekarwo-Saifullah Yusuf.

Akibatnya, dukungan yang dimiliki Khofifah-Herman berkurang dari 15,55 persen suara menjadi 14,81 persen suara dan tidak memenuhi persyaratan minimal 15 persen suara. Saat mendaftar, pasangan tersebut didukung Partai Kebangkitan Bangsa dan lima partai nonparlemen, termasuk PPNUI dan PK.

KPU Jatim memberi waktu perbaikan berkas dukungan pada 10-16 Juni 2013. ”Selama periode itu, dukungan dapat dioptimalkan. Berkas diperbaiki atau dilengkapi, pasangan calon dapat diganti, atau kepengurusan (partai) bisa diubah,” kata Ketua KPU Jatim Andry Dewanto Ahmad.

Secara terpisah, Soekarwo, mengatakan, dirinya menyerahkan sepenuhnya persoalan ini kepada KPU Jatim. ”Hanya KPU yang lebih tahu bagaimana aturannya,” katanya.

Soekarwo-Saifullah mendaftar dengan dukungan dari 32 partai politik dan mengantongi 70 persen suara. Dua pasangan lain yang juga mendaftarkan diri adalah Bambang DH-Said Abdullah yang diusung PDI-P dan Eggi Sudjana-M Sihat dari jalur perseorangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di Bandung, puluhan orang yang menamakan diri Pemuda Mandiri Peduli Rakyat (PMPR) menggunakan dua kendaraan berpengeras suara, mikrolet, mobil pribadi, dan sepeda motor berunjuk rasa di depan kantor Gubernur Jawa Barat, Selasa. Para pengunjuk rasa mempersoalkan sejumlah dugaan korupsi yang melibatkan Gubernur Jawa Barat terpilih untuk periode kedua, Ahmad Heryawan.

Unjuk rasa diwarnai dengan menusuk jarum pada ujung jari. Setelah darah menetes, mereka lalu menulis protes dengan darah. Juga digelar aksi membakar ban dan ijuk. Pengunjuk rasa minta KPK serius menangani indikasi korupsi dana bantuan dari Bank Pembangunan Asia (ADB) kepada Pemprov Jabar. ”Bantuan diberikan untuk perguruan tinggi yang perlu dapat bantuan. Namun, bantuan hanya diterimakan kepada segelintir pihak. Tanggung jawab Gubernur Jabar soal penggunaan bantuan,” ujar Yahya, pemimpin aksi yang berpakaian serba hijau. (DEN/ODY)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.