Kompas.com - 11/06/2013, 22:09 WIB
|
EditorFarid Assifa

KENDARI, KOMPAS.com - Sekitar 499 rumah terendam banjir di dua kecamatan di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/6/2013). Dua kecamatan tersebut yakni Rumbia dan Rumbia Tengah. Ketinggian banjir mencapai 1 meter lebih.

Banjir terjadi akibat curah hujan tinggi mengguyur ibu kota kabupaten penghasil emas itu selama delapan jam. Ratusan rumah warga yang terendam banjir tersebar di beberapa kelurahan, di antaranya Kelurahan Kasipute, Doule, Kampung Baru, Lauru, dan Lameroro.

Yunus (37), warga Kasipute mengaku, rumahnya selalu terendam banjir tiap hujan turun. "Dalam satu bulan kadang sampai tiga kali banjir. Dan pemerintah hanya tutup mata," kata Yunus saat ditemui di kediamannya, Selasa (11/6/2013).

Menurutnya, drainase dalam kota sudah tidak efisien dalam menampung air buangan. Sebagian besar drainse tersumbat sampah serta diperparah dengan buruknya kanal pembuangan utama dalam kota.

"Air berputar saja dalam kota, dan tidak jelas mau kemana karena muaranya tidak jelas," ungkapnya.

Selama sepuluh tahun berdirinya Bombana, lanjut Yunus, pemda tidak pernah fokus membangun drainase yang baik. Seharusnya kata Yunus, pemda jangan dulu mengaspal jalan kota kalau tidak diiringi dengan pembangunan drainase yang baik.

"Inilah akibat dari pembangunan yang tidak singkron dengan rencana tata ruang kota," katanya.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan, Badan adan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bombana, Muh Ridawan mengatakan, banjir disebabkan oleh intentitas hujan yang tinggi sejak dini hari sampai pukul 11.00 Wita. Dia juga mengakui, buruknya drainase di wilayah kota juga menyumbang terjadinya banjir.

"Kesadaran masyarakat juga masih kurang, karena banyaknya sampah rumah tangga yang menyumbat saluran drainase dalam kota," jelasnya.

Pihaknya sudah menggelar koordinasi dengan camat Rumbia dan instansi terkait agar ikut aktif dalam menjaga kebersihan kota. Kerugian material akibat banjir, lanjut Ridwan, ditaksir Rp 4,5 miliar lebih.

Sementara itu, jalan utama Kasipute macet total akibat adanya tiga deker yang dibongkar oleh pegawai Dinas PU bersama masyarakat karena menghambat pembuangan air ke laut. Puluhan personel Polres Bombana juga dikerahkan membantu masyarakat memperbaiki saluran drainase di setiap sudut jalan dalam kota.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X