Kompas.com - 11/06/2013, 21:00 WIB
|
EditorFarid Assifa

MALANG, KOMPAS.com — Keberadaan Ruben Pata Sambo di Lapas Lowokwaru Klas 1A Malang, Jawa Timur, menjadi perhatian banyak penghuni lapas setempat. Bahkan, kepala lapas dan para petugas lainnya sangat empati kepada sosok Ruben.

Kini, Ruben menjabat sebagai pemuka agama di dalam lapas tersebut. Menurut Kepala Lapas Herry Wahyudiono, Ruben mengaku tidak punya rasa dendam kepada siapa pun atas kasus yang menimpanya. Ia sudah pasrah kalau dirinya ditahan dan sudah menjadi kehendak Tuhan.

"Dia (Ruben) sekarang dalam kondisi sehat dan menjadi pemuka gereja yang ada di dalam lapas. Dia sangat rajin dan termasuk orang yang religius. Saya menaruh empati dan sangat simpati kepada dia," aku Herry kepada Kompas.com, Selasa (11/6/2013).

Saat Ruben dibesuk putrinya, Ani, ke Lapas Lowokwaru, Herry mengaku sangat tersentuh. "Hati saya tersentuh saat melihat Ruben dibesuk putrinya ke sini. Kasihan sekali karena dia dipidana mati. Saat saya tanya, Pak Ruben mengaku tidak merasa ada dendam sedikit pun kepada orang yang menyebabkan dirinya masuk lapas dan divonis mati," katanya.

Kendati demikian, lanjut Herry, Ruben tetap meminta hukum harus ditegakkan seadil-adilnya. "Tapi, dia meminta hukum harus tetap ditegakkan," katanya.

Seperti diberitakan, Ruben dan anaknya, Markus, adalah terpidana mati dalam kasus pembunuhan berencana terhadap sebuah keluarga di Tana Toraja, Desember 2005 silam. Belakangan diketahui, Ruben dan anaknya diduga menjadi korban fitnah.

Soal vonis kepada Ruben, Herry menyatakan tidak mau berkomentar karena tidak berhak.

"Posisi kami hanya menunggu karena Ruben di sini berdasarkan putusan yang sudah inkrah," katanya.

Jika menyebut siapa yang salah dan tidak, Herry mengaku tidak tahu. "Saya hanya menunggu keputusan sesuai dengan hukum yang berlaku. Saya hanya bisa berkata kasihan kepada Ruben," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.