Kompas.com - 11/06/2013, 19:47 WIB
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com — Perempuan yang mengaku sebagai istri simpanan Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Susi Susilowati, menceritakan awal mula percintaannya dengan I Nyoman Sumaryadi. Alkisah, pada tahun 2011 lalu, Susi hendak memasukkan anak teman dekatnya untuk bersekolah di IPDN yang terkenal dengan persaingan ketatnya.

Singkat cerita, ia pun akhirnya menghubungi I Nyoman agar anak tersebut bisa masuk IPDN secara mulus. "Dari situlah saya lebih dekat dengan Bapak (I Nyoman). Beliau setiap hari menghubungi saya," kata Susi saat konferensi pers di Graha Inilah Pasim di Jalan Pasteur, Kota Bandung, Selasa (11/6/2013).

Susi mengaku niatnya memasukkan anak tersebut adalah sebagai bentuk balas budi terhadap orangtuanya karena telah membantu saat dirinya menggarap sebuah proyek di Papua. Selain itu, ia merasa iba dengan kondisi keluarga anak tersebut yang dikatakannya sebagai keluarga kurang mampu. Ia juga sudah dua kali gagal masuk sekolah calon praja itu.

Setelah anak tersebut dipastikan menjadi salah satu praja di IPDN dan menyingkirkan salah satu calon praja yang menurut pengakuannya adalah anak salah seorang bupati di Papua, Nyoman kembali menghubungi Susi. Dalam percakapannya kala itu, sang rektor meminta imbalan atas jasanya.

"Beliau meminta imbalan, tapi dengan catatan harus menemui beliau di Bandung. Mau tidak mau saya turuti karena saya juga ingin mengucapkan terima kasih," ujar Susi.

Susi menambahkan, I Nyoman meminta imbalan berupa cendera mata sabuk Manokwari dari Papua berlapis emas 24 karat. Usut punya usut, harga sabuk tersebut bernilai Rp 180 juta.

"Dia bilang, saya harus ke Bandung dan memberikan apa yang dia (I Nyoman) mau. Saya sudah kepalang basah memasukkan anak ini. Saya takut anak itu malah dikeluarkan dari IPDN," bebernya.

Karena Susi dan orangtua anak titipannya itu tidak mampu menuruti permintaan I Nyoman, tubuh Susi pun menjadi penggantinya. Sang rektor pun meminta wanita asal Kuningan, Jawa Barat, itu untuk memenuhi berahinya di sebuah hotel ternama di bilangan Jalan Pasteur, Kota Bandung.

"Saya bingung. Apa yang harus saya perbuat, Bapak minta sabuk Manokwari yang ternyata harganya sangat mahal, akhirnya 'tumbalnya' saya," katanya.

Sebelumnya, beredar video di YouTube dan Facebook yang mengklaim seorang anak biologis Rektor IPDN yang tidak diakui. Saat dikonfirmasi, Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi dengan tegas mengungkapkan, apa yang tertulis maupun diungkapkan di kedua media sosial tersebut, tidak benar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.