Orang yang Mengaku Istri Simpanan Rektor IPDN Menampakkan Diri

Kompas.com - 11/06/2013, 17:37 WIB
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com — Perempuan yang mengaku istri simpanan Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Sumedang, akhirnya menampakkan diri.

Susi Susilowati (35) berani muncul ke hadapan wartawan, Selasa (11/6/2013), sambil membawa bayinya yang diklaim anak kandung dari I Nyoman Sumaryadi. Bayi tersebut bernama I Putu Dimas Sumaryadi.

Seperti diketahui, Susi adalah orang yang dengan sengaja mengunggah video yang berjudul, "IPDN Dimas Sumaryadi anak yang tidak diakui oleh Rektor IPDN Bandung" beberapa waktu lalu. Ia mengatakan, keberaniannya mengungkapkan hubungannya dengan sang rektor tidak lain karena upaya baiknya selalu tidak mendapat respons positif.

"Saya memberanikan diri hanya untuk membuktikan yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah. Terserah masyarakat menilai saya seperti apa," ujar Susi sambil berderai air mata saat ditemui di Graha Inilah Pasim, Selasa.

Panjang lebar Susi menceritakan tentang awal hubungannya dengan I Nyoman hingga lahirnya Dimas yang berlangsung harmonis. Singkat cerita, sembilan bulan ke belakang, Dimas tidak mendapatkan nafkah dari I Nyoman. Rektor IPDN itu, lanjut Susi, menghilang dan sulit untuk dihubungi.

"Saya terpaksa karena tadinya sudah ada iktikad secara kekeluargaan di keluarganya Nyoman di Jemberan, Bali. Tapi, tidak pernah ada balasan," kata dia.

Susi menyatakan hanya satu keinginannya dari sang rektor, yakni mengakui I Putu Dimas Sumaryadi sebagai anak kandungnya. Sambil meneteskan air mata, ia membeberkan bagaimana hinaan demi hinaan diterimanya dari keluarga I Nyoman, baik dari istri sah maupun anak kandung rektor IPDN itu.

"Saya pernah ke rumahnya (I Nyoman) di Jatinangor menunggu dari jam lima subuh. Setelah bertemu, dia tetap lari dan tidak mau bertanggung jawab kepada Dimas. Dia mengatakan, 'Saya tidak kenal kamu'. Di sanalah saya merasa pedih karena dia telah menghina dan tidak mengakui anak saya," ucapnya lirih.

"Sampai kapan pun saya akan tetap memperjuangkan hak anak saya apa pun risikonya. Yang penting adalah nasib Dimas ke depan," ujarnya.

Sebelumnya, beredar video di YouTube dan Facebook yang mengklaim seorang anak biologis Rektor IPDN yang tidak diakui. Saat dikonfirmasi, Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi dengan tegas mengungkapkan, apa yang tertulis maupun diungkapkan di kedua media sosial tersebut, tidak benar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.