Kompas.com - 11/06/2013, 09:27 WIB
EditorTri Wahono

BANDUNG, KOMPAS.com — Jenazah Encep Saepulloh (19), warga Kampung Nagrog, Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, ditemukan dalam keadaan utuh meski telah tertimbun longsor selama lebih dari dua bulan atau tepatnya 65 hari sejak dinyatakan hilang.

Bahkan bagian tubuh dan wajahnya masih tampak jelas sehingga mudah dikenali. Jenazah Encep pertama kali ditemukan oleh ayahnya, Adin (46), saat melakukan penggalian di sekitar bekas lokasi longsor di kampung tersebut pada akhir Maret lalu. Jenazah Encep ditemukan warga di kedalaman sekitar 2 meter di bawah tanah.

Adin yang masih penasaran karena belum menemukan jenazah anaknya berinisiatif melakukan penggalian tanah di lokasi bekas longsoran sejak Jumat (24/5/2013). Baru pada hari kelima proses penggalian, jenazah Encep ditemukan.

"Saat itu saya hanya berpikir ingin menemukan jenazah anak saya, enggak apa-apa jika seandainya hanya tinggal tulang belulang," kata Adin saat ditemui di hunian sementara di Kampung Nagrog, Desa Mukapayung, Senin (10/6/2013).

Adin dan warga yang melakukan pencarian awalnya hanya melihat bagian tangan Encep. Mereka pun kemudian melanjutkan penggalian secara hati-hati karena khawatir merusak jenazah. Setelah menggali sekitar 10 menit, Adin dan warga lainnya mendapati sesosok tubuh yang terbungkus kaus dan celana jins. Pada saat itu Adin mengenali jenazah tersebut adalah anak keduanya, Encep.

"Saya kaget karena saat ditemukan, tubuh anak saya masih utuh dan dapat dikenali, padahal sudah lebih dari dua bulan tertimbun tanah," ujar Adin sambil terisak.

Encep langsung dimandikan, dikafani, dan dishalatkan di Kampung Nagrog. Tidak berselang lama, sekitar pukul 13.00 WIB, Encep dimakamkan di Kampung Poponcol, tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Maman Sulaiman, membenarkan bahwa korban tanah longsor di Kampung Nagrog berhasil ditemukan oleh warga. Menurut Maman, pencarian itu dilakukan pihak keluarga yang merasa penasaran karena anggota keluarganya belum ditemukan.

"Meski keadaannya masih utuh, kami sarankan untuk langsung dikebumikan untuk menghindari adanya bakteri yang membahayakan," kata Maman.

Bencana longsor di Kampung Nagrog, Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, menimbun 17 orang. Hingga masa pencarian dihentikan, baru 14 orang korban ditemukan. Tiga orang lainnya, termasuk Encep, belum dihentikan hingga masa pencarian berakhir. (ZAM)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.