Tinggikan Cukai untuk Tekan Konsumsi Rokok

Kompas.com - 11/06/2013, 03:45 WIB
Editor

”Harga rokok di Indonesia sangat terjangkau, Rp 250 per batang. Rokok lebih murah daripada permen,” kata Abdillah.

Pemerintah harus memastikan bahwa peningkatan cukai rokok cukup tinggi. Paling tidak 70 persen dari harga eceran. Kini, beban cukai tembakau terhadap harga eceran masih 46 persen.

Karena itu, cukai harus ditingkatkan lebih tinggi untuk membuat produk tembakau yang menimbulkan efek kecanduan dan merusak kesehatan sulit dijangkau, terutama bagi anak muda dan kelompok miskin. Hal ini akan mendorong mereka berhenti merokok. Dalam jangka panjang, akan mengurangi beban penyakit dan biaya kesehatan yang ditanggung pemerintah.

Abdilah menambahkan, diperlukan amandemen UU Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai, terutama tarif cukai rokok maksimal. Selain itu, perlu kebijakan komprehensif, antara lain mengendalikan iklan rokok dan melarang penjualan rokok batangan serta melarang pembelian oleh anak di bawah 17 tahun. (YUN)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.