Ditekan Pasangan Calon, KPU Gelar Tes Kesehatan di Surabaya

Kompas.com - 10/06/2013, 20:42 WIB
|
EditorFarid Assifa

PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Setelah ditekan oleh tiga pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, KPU Kota Probolinggo, Jawa Timur, akhirnya memutuskan untuk melakukan tes kesehatan bagi pasangan calon di RSUD dr Soetomo, Surabaya. Padahal, KPU sebelumnya memutuskan tes kesehatan di RSUD dr Moh Saleh Kota Probolinggo.

Kepastian lokasi tes kesehatan ditegaskan oleh Ketua KPU Sukirman, Senin (10/6/2013). Melalui SMS, Sukirman mengatakan KPU membatalkan tempat tes kesehatan di RSUD dr Moh Saleh yang merupakan rumah sakit milik Pemkot Probolinggo, dan memilih RSUD dr Soetomo, Surabaya.

Keputusan KPU berawal itu dari ancaman tiga pasangan calon akan mundur dari Pemilihan Wali Kota Probolinggo jika KPU tetap ngotot memilih RSUD dr Moh Saleh. Ketiga pasangan calon itu adalah Dewi Ratih-As'ad Anshari, Hadi Zainal Abidin-Kusnan, dan Zulkifli Kholiq-Maksum Subani. Adapun pasangan Hj Rukmini-HM Suhadak, yang diusung dan didukung PDIP, PKS, PAN, dan Hanura, mendukung lokasi tes kesehatan sebelumnya, yakni RSUD dr Moh Saleh.

Rukmini sendiri tak lain adalah istri Wali Kota Probolinggo saat ini, HM Buchori. Penolakan oleh ketiga pasangan calon disampaikan kepada Panwaslu. Panwaslu bersikap menjemput bola dengan menandantangani masing-masing ketiga pasangan calon untuk mendengarkan sikap dan penolakan mereka terkait lokasi tes kesehatan.

Kepada Panwaslu, mereka mengatakan, jika tes kesehatan dilakukan di luar kota, akan lebih transparan dan fair. Bahkan, mereka juga mengancam akan memboikot Pilwalkot jika KPU tetap bersikukuh melakukan tes kesehatan di dalam kota. Jika diboikot dan hanya ada satu pasangan calon, tentu saja pelaksanaan Pilwalkot yang digelar pada 29 Agustus mendatang, akan ditunda.

Menanggapi hal itu, Sekretaris DPC PDIP Agus Rudi Ghafur menyayangkan sikap ketiga pasangan calon yang menolak tes kesehatan digelar di RSUD dr Moh Saleh. Menurutnya, dengan penolakan itu, warga Kota Probolinggo bisa berubah pikiran dan meragukan fasilitas dan pelayanan RSUD. Padahal, RSUD dr Moh Saleh sudah memiliki fasilitas lengkap, pelayanan baik, dan layak sebagai tempat dilaksanakannya tes kesehatan bagi pasangan calon.

Diketahui, pihak pertama yang melayangkan surat kepada KPU agar tes kesehatan dilakukan di luar kota adalah Hadi Zainal Abidin, calon wali kota yang diusung PKB. Hadi telah mengirimkan surat kepada KPU pada 3 April lalu. Isinya, meminta tes kesehatan dilakukan di luar kota. Alasannya, agar hasil tes kesehatannya lebih fair dan transparan.

Hadi yang tercatat sebagai Ketua DPC PKB Kota Probolinggo dan anggota DPRD Jawa Timur beralasan, tes kesehatan dilakukan di Surabaya agar pihak rumah sakit melakukan tes dengan netral dan agar tidak ada rasa saling mencurigai antarpasangan calon. Toh, menurut Hadi, pasangan calon lain juga setuju. Jadi, kata dia, tidak masalah jika tes kesehatannya dilakukan di Surabaya.

"RSUD dr Moh Saleh bukan tidak layak, kita minta tes di tempat selain dr Moh Saleh agar lebih transparan dan netral. Tapi harus diakui, fasilitas di RSUD dr Soetomo lebih lengkap dan canggih, tak bisa dipungkiri. Jadi, semata-mata untuk keterbukan dan fair," tegas Hadi yang hanya diusung PKB dalam Pilwalkot Probolinggo ini.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Sadar Diberi Uang Palsu, Kakek Penjual Rujak Ini Sempat Bolak Balik Antar Pesanan Pelaku

Tak Sadar Diberi Uang Palsu, Kakek Penjual Rujak Ini Sempat Bolak Balik Antar Pesanan Pelaku

Regional
Seorang Pemuda di Lamongan Ditemukan Tewas di Sungai

Seorang Pemuda di Lamongan Ditemukan Tewas di Sungai

Regional
Iming-iming Nilai Bagus, Oknum Guru SMA Cabuli Siswinya Sendiri

Iming-iming Nilai Bagus, Oknum Guru SMA Cabuli Siswinya Sendiri

Regional
Sekolah Tak Punya Akses Kendaraan, Siswa SMKN 1 Tuntang Jalan Kaki Lewati Kebun Warga

Sekolah Tak Punya Akses Kendaraan, Siswa SMKN 1 Tuntang Jalan Kaki Lewati Kebun Warga

Regional
Driver Ojol asal Sragen Kena Peluru Nyasar Polisi gara-gara Pencuri Genset

Driver Ojol asal Sragen Kena Peluru Nyasar Polisi gara-gara Pencuri Genset

Regional
Jatuh dari Boncengan Ojol, Ibu 4 Anak di Samarinda Tewas Terlindas Bus

Jatuh dari Boncengan Ojol, Ibu 4 Anak di Samarinda Tewas Terlindas Bus

Regional
Turis Rusia yang Hilang di Bali Diduga akibat Ditarik Ikan Besar

Turis Rusia yang Hilang di Bali Diduga akibat Ditarik Ikan Besar

Regional
Terungkap, Siswi Tewas di Gorong-gorong Karena Dibunuh Ayah Kandung

Terungkap, Siswi Tewas di Gorong-gorong Karena Dibunuh Ayah Kandung

Regional
Tak Segera Siapkan Bajunya, Remaja Jebolan The Voice Indonesia Tendang Kepala Ibu Berkali-kali

Tak Segera Siapkan Bajunya, Remaja Jebolan The Voice Indonesia Tendang Kepala Ibu Berkali-kali

Regional
Petugas Gunakan Air Laut Padamkan 10 Hektare Lahan yang Terbakar di Meranti

Petugas Gunakan Air Laut Padamkan 10 Hektare Lahan yang Terbakar di Meranti

Regional
2 Siswa yang Sodorkan Kotoran Manusia ke Adik Kelas Dikeluarkan dari Asrama, tapi...

2 Siswa yang Sodorkan Kotoran Manusia ke Adik Kelas Dikeluarkan dari Asrama, tapi...

Regional
Bantah WNA Singapura Meninggal di Batam karena Corona, Tim Medis Sebut Pasien Sudah Lama Sakit-sakitan

Bantah WNA Singapura Meninggal di Batam karena Corona, Tim Medis Sebut Pasien Sudah Lama Sakit-sakitan

Regional
Polisi Ungkap Ciri-ciri Mayat Tanpa Kepala di Bondowoso

Polisi Ungkap Ciri-ciri Mayat Tanpa Kepala di Bondowoso

Regional
Cerita Bripda Armanjas, Tetap Bantu Korban Banjir Meski Digigit Ular hingga Akhirnya Pingsan

Cerita Bripda Armanjas, Tetap Bantu Korban Banjir Meski Digigit Ular hingga Akhirnya Pingsan

Regional
Jumlah Babi yang Mati di NTT Mencapai 1.341 Ekor

Jumlah Babi yang Mati di NTT Mencapai 1.341 Ekor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X