Kompas.com - 10/06/2013, 19:58 WIB
|
EditorFarid Assifa

SITUBONDO, KOMPAS.com — Warga Dusun Palaosan, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur, dihebohkan dengan penemuan mayat bayi laki-laki di dalam keresek warna merah. Bayi yang diperkirakan berusia lima bulan itu ditemukan di pematang sawah oleh salah seorang petani bernama Sumar (53), warga setempat, pada Senin (10/6/2013) sekitar pukul 09.00 WIB.

Saat pertama kali ditemukan oleh Sumar, bayi tersebut masih berlumuran darah. Di dalam keresek, juga ditemukan pembalut wanita. Kuat dugaan, bayi ini merupakan hasil hubungan gelap dan sengaja dibuang oleh orangtuanya setelah digugurkan.

Diperoleh keterangan, Sumar saat itu hendak menyiram jagung di ladangnya. Bapak empat anak ini tiba-tiba melihat sebuah benda yang mencurigakan di pematang sawahnya. Karena penasaran, Sumar pun mendekati benda tersebut yang ternyata tas keresek dan sudah dikerumuni lalat. Setelah dibuka, keresek itu berisi mayat bayi yang diperkirakan berusia lima bulanan.

"Saat ditemukan, kondisi orok berkelamin laki-laki itu sudah tak bernyawa lagi. Saya serahkan orok ke Bu Masrida untuk dimandikan. Selanjutnya, orok itu langsung dimakamkan di pemakaman umum," ujar Sumar.

Informasi penemuan bayi berusia 5 bulan itu cepat menyebar. Hanya hitungan menit puluhan warga setempat yang penasaran langsung berdatangan ke sawah milik Sumar.

Kepala Desa Sumberwaru Tirto menyayangkan sikap wargnya yang tidak melaporkan tentang penemuan bayi tersebut.

"Seharusnya, warga yang menemukan orok itu minimal laporan ke RT atau kepala dusun agar dusun yang ada di sebagian desanya tidak dijadikan pembuangan orok bayi karena kejadian seperti ini sering kali terjadi," keluh Tirto.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X