Kompas.com - 10/06/2013, 17:55 WIB
|
EditorFarid Assifa

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Baku hantam antara petugas polisi dan sekelompok mahasiswa yang melakukan aksi demo di depan kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, Senin (10/6/2013) siang tadi, menyebabkan beberapa orang di kedua kubu mengalami luka lebam di bagian tubuhnya.

Beruntung kericuhan tersebut dapat diantisipasi oleh kedua belah pihak. Aksi demo diakhiri dengan orasi dan mahasiswa kemudian membubarkan diri dengan tertib.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas.com di lokasi kejadian, seorang anggota Dalmas Polres Tasikmalaya mengalami luka lebam di bagian matanya, seorang polisi lagi mengalami luka sobek di tangan kirinya akibat terkena kawat ban yang dibakar oleh para mahasiswa.

"Ada anggota matanya bengkak akibat terkena pukulan," terang salah seorang anggota Dalmas Polres Tasikmalaya kepada Kompas.com di lokasi kejadian.

Sementara, para pendemo pun ada yang terkena pukulan petugas karena berusaha melawan dan terlibat baku hantam saat petugas akan memadamkan ban yang dibakar pengunjuk rasa di depan kantor Disdik. Beruntung, kedua belah pihak dapat meredam emosinya sehingga kericuhan pun bisa direda.

"Lihat saya kena pukul polisi," ujar seorang mahasiswa sembari menunjukkan wajahnya yang terkena pukulan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya M Nandang S berkilah, kepala dinas tidak bisa hadir dan menemui pendemo karena sedang tidak berada di kantor. Bahkan, ia mengaku sempat akan keluar kantor dan menemui pendemo, namun niat itu urung dilakukan karena terjadi kericuhan antara polisi dan pendemo.

"Kami belum bisa menjelaskan kepada mereka, adanya tuduhan itu sah saja. Saya akan menyampaikannya kepada kepala dinas," ungkapnya di kantornya.

Diberitakan sebelumnya, sekelompok mahasiswa menggelar unjuk rasa di depan kantor Dinas Pendidikan. Sambil berorasi berorasi, pendemo juga membakar ban bekas. Pendemo merasa kesal karena kepala Disdik enggan keluar dan menemui pendemo.

Para mahasiswa dalam orasinya menuding Dinas Pendidikan telah melakukan pemungutan liar ke seluruh siswa SD, SMP dan SMA se-Kabupaten Tasikmalaya terkait pembiayaan olimpiade olahraga siswa nasional (O2SN) di Kabupaten Tasikmalaya, beberapa waktu lalu. Bahkan temuan mahasiwa itu pun telah dilaporkan ke kepolisian untuk diselidiki lebih lanjut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X