Idap Asma, Terduga Teroris Dirawat di Makassar

Kompas.com - 10/06/2013, 10:49 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

MAKASSAR, KOMPAS.com - Terduga teroris bom Nusa Tenggara Barat (NTB), Fatih alias Umar Farouk (25) yang ditangkap di Makassar ternyata mengidap penyakit asma. Saat ditangkap, penyakit asma tersangka kambuh dan langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Makassar.

Kepala Satuan Brimob Polda Sulselbar, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Ramdani yang ditemui di sela-sela perayaan HUT Bhayangkara ke 67 di Pulau Barang Lompo, Senin (10/06/2013) mengatakan, penangkapan tersangka teroris Farouk hanya dilakukan beberapa orang dari anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror (AT).

Setelah ditangkap, tersangka langsung dinaikkan ke mobil. "Saat ditangkap, penyakit asma tersangka kambuh. Namanya orang asma saat ditangkap kaget, jadinya penyakit tersangka kambuh. Saat itu pula, tersangka langsung dilarikan ke RS Bhayangkara. Sampai saat ini, tersangka masih dirawat di RS Bhayangkara dan dijaga ketat oleh aparat kepolisian," kata Ramdani.

Ramdani menambahkan, dalam waktu dekat belum ada jadwal tersangka dibawa ke mabes Polri. Di mana, tersangka akan menjalani pemeriksaan di Makassar dan tim Densus 88 AT terus melakukan pengembangan terhadap jaringan teroris di Makassar.

"Masih di Makassar diperiksa. Belum ada jadwal tersangka dibawa ke Jakarta, karena masih dikembangkan terus kasusnya," paparnya.

Selama di Makassar, Farouk menjadi imam masjid dan istrinya, Fitri juga guru mengaji di masjid Al Musabbihin. Farouk warga Bima ini tinggal bersama istrinya di rumah pensiunan PNS, Badaruddin selama dua tahun terakhir, secara gratis.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, tidak ada yang mencurigakan dari gerak gerik Farouk dan istrinya. Termasuk di rumahnya itu, tidak ada orang-orang yang mencurigakan pernah masuk. Farouk bahkan akrab dengan tetangga dan biasa gotong royong serta suka membantu orang.

Farouk awalnya datang ke Makassar dan sering menginap di Masjid A Musabbihin dan mengajar mengaji. Di situlah, Farouk bertemu dengan Badaruddin dan diberi tempat tinggal gratis.

Farouk ditangkap anggota Densus 88 AT di jalanan antara rumahnya dengan Masjid Al Musabbihin yang berjarak sekitar 100 meter, Sabtu (8/6/2013) sekitar pukul 19.30 Wita.

Farouk diketahui ditangkap, setelah sendal dan kopiahnya ditemukan di jalanan pada pukul 08.00 Wita. Penangkapan Farouk dipastikan pula oleh anggota jajaran Polrestabes Makassar yang melakukan pengamanan di lokasi penangkapan di sekitar Kompleks Permata Sudiang Raya Blok H2 No 11, Jalan Dg Ramang, Kelurahan Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar soal Rencana Sekolah Tatap Muka pada Juli 2021: Uji Coba Dulu

Ganjar soal Rencana Sekolah Tatap Muka pada Juli 2021: Uji Coba Dulu

Regional
Was-was Longsor Susulan, 50 Santriwati Ponpes di Pamekasan Dipulangkan

Was-was Longsor Susulan, 50 Santriwati Ponpes di Pamekasan Dipulangkan

Regional
Heboh Hiu Berwajah Mirip Manusia, BKKPN Kupang: Itu Normal, Fisiknya Belum Sempurna

Heboh Hiu Berwajah Mirip Manusia, BKKPN Kupang: Itu Normal, Fisiknya Belum Sempurna

Regional
Tenaga Ahli Menkes Temui Sultan HB X, Bicara soal PPKM hingga Vaksinasi Pedagang

Tenaga Ahli Menkes Temui Sultan HB X, Bicara soal PPKM hingga Vaksinasi Pedagang

Regional
Kisah Risalianus, Ayah Ibunya Lumpuh, Sepulang Sekolah Dia Berkebun untuk Hidupi Keluarga

Kisah Risalianus, Ayah Ibunya Lumpuh, Sepulang Sekolah Dia Berkebun untuk Hidupi Keluarga

Regional
Cerita Mantan Kades di Cianjur, Gelapkan Dana Desa 332 Juta untuk Bayar Utang Pribadi

Cerita Mantan Kades di Cianjur, Gelapkan Dana Desa 332 Juta untuk Bayar Utang Pribadi

Regional
Diduga Cemburu, Seorang Mahasiswa Gantung Diri Pakai Jilbab di Kos, Ini Ceritanya

Diduga Cemburu, Seorang Mahasiswa Gantung Diri Pakai Jilbab di Kos, Ini Ceritanya

Regional
Jumat Ini, Cellica dan Aep Dilantik Langsung oleh Ridwan Kamil

Jumat Ini, Cellica dan Aep Dilantik Langsung oleh Ridwan Kamil

Regional
Bupati dan Wakil Bupati Semarang Terpilih Dilantik Besok, Undangan Terbatas

Bupati dan Wakil Bupati Semarang Terpilih Dilantik Besok, Undangan Terbatas

Regional
Prokes Super Ketat Pelantikan Kepala Daerah di Jatim, Wajib Tinggal di Surabaya

Prokes Super Ketat Pelantikan Kepala Daerah di Jatim, Wajib Tinggal di Surabaya

Regional
Sekda Samarinda: Kami Tidak Keluarkan Izin Kerumunan, Perkawinan dan Lainnya

Sekda Samarinda: Kami Tidak Keluarkan Izin Kerumunan, Perkawinan dan Lainnya

Regional
Tragedi Longsor di Tambang Emas Ilegal Parigi Moutong, Ini Faktanya

Tragedi Longsor di Tambang Emas Ilegal Parigi Moutong, Ini Faktanya

Regional
Hari Tanpa Bayangan di Bali Terjadi 26 dan 27 Februari, Ini Penjelasan BMKG

Hari Tanpa Bayangan di Bali Terjadi 26 dan 27 Februari, Ini Penjelasan BMKG

Regional
Suami Curi Ponsel Istri karena Korban Sering Rebutan dengan Anaknya, Rancang Skenario Maling

Suami Curi Ponsel Istri karena Korban Sering Rebutan dengan Anaknya, Rancang Skenario Maling

Regional
Pelantikan 3 Kepala Daerah di Bangka Belitung Akan Digelar secara Tatap Muka

Pelantikan 3 Kepala Daerah di Bangka Belitung Akan Digelar secara Tatap Muka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X