Pencalonan Khofifah di Pilgub Jatim Terancam

Kompas.com - 10/06/2013, 10:25 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

SURABAYA, KOMPAS.com - Keputusan Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur terkait dukungan ganda partai politik, dapat mengancam pencalonan pasangan Khofifah Indra Parawansa dan Herman Suryadi Sumawiredja. Dukungan suara untuk pasangan ini bakal kurang dari persyaratan, bila dukungan dari dua partai yang tercatat mengajukan dukungan ganda dicoret.

KPU Jawa Timur memutuskan dukungan ganda yang diajukan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI) dan Partai Kedaulatan (PK) pada dua pasang cagub-cawagub Jatim, Soekarwo-Saifullah Yusuf dan Khofifah Indar Parawansah-Herman Suryadi Sumawiredja dinyatakan sama-sama tak memenuhi syarat. Tanpa dukungan PK dan PPNUI, pasangan Khofifah-Herman tidak memenuhi syarat dukungan minimal 15 persen.

Saat mendaftar, pasangan Khofifah-Herman memiliki modal dukungan 15,55 persen suara. Dukungan itu berasal dari PKB (12,26 persen), PKPB (1,48 persen), PKPI (0,87 persen), PMB (0,2 persen), PK (0,5 persen), dan PPNUI (0,2 persen). Bila PK dan PKNUI dicoret dari deretan pendukungnya, otomatis pasangan ini tinggal memiliki dukungan 14,81 persen.

Ketua KPU Jatim, Andre Dewanto Ahmad, peluang untuk Khofifah-Herman masih ada asalkan mampu merangkul sekjen kedua partai non-parlemen itu sehingga mengubah kepengurusan sesuai AD/ART parpol dan kaidah hukum yang sah. "Yang jelas, perbaikan harus sebelum akhir masa perbaikan, yakni 16 Juni 2013," ujar dia, Senin (10/6/2013).

Sementara itu, meski dinyatakan tidak memenuhi syarat, dukungan PK dan PPNUI sama sekali tidak berdampak pada pecalonan pasangan petahana, Soekarwo-Saifullah Yusuf. Pasangan ini didukung mayoritas partai parlemen seperti Partai Demokrat, Golkar, PAN, PKS, Hanura, Gerindra, PKNU, dan PDS.Pasangan petahana juga didukung belasan partai non-parlemen yang tergabung dalam Asosisasi Partai Non-Parlemen (APNP) Jatim.

Dukungan ganda PK dan PPNUI kepada dua pasangan calon dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh KPU Jatim karena syarat dukungan parpol harus ditandatangani ketua umum dan sekjen. Tapi faktanya masing-masing ketua umum mendukung Khofifah-Herman, sementara masing-masing sekjennya mengklaim kepengurusan yang sah adalah yang mendukung Soekarwo-Saifullah Yusuf.

Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    126 Warga Bima Keracunan Massal Usai Santap Gado-gado

    126 Warga Bima Keracunan Massal Usai Santap Gado-gado

    Regional
    Kasus WNA Masuk Indonesia di Tengah Wabah Corona, TKA China di Ketapang hingga Bintan Dipulangkan

    Kasus WNA Masuk Indonesia di Tengah Wabah Corona, TKA China di Ketapang hingga Bintan Dipulangkan

    Regional
    Fakta Dibongkarnya Makam Pasien Positif Corona, Warga Bunyikan Kentongan, Bupati Turun Tangan

    Fakta Dibongkarnya Makam Pasien Positif Corona, Warga Bunyikan Kentongan, Bupati Turun Tangan

    Regional
    Duduk Perkara Penolakan Pemakaman Pasien Covid-19 di Banyumas, Bupati Minta Maaf dan Pimpin Pembongkaran Makam

    Duduk Perkara Penolakan Pemakaman Pasien Covid-19 di Banyumas, Bupati Minta Maaf dan Pimpin Pembongkaran Makam

    Regional
    Keluarga Pasien Corona: Kenapa Kamu Larang Saya Keluar, Nanti Saya Bakar Sekalian Rumah Ini

    Keluarga Pasien Corona: Kenapa Kamu Larang Saya Keluar, Nanti Saya Bakar Sekalian Rumah Ini

    Regional
    Dua Warga Pemalang Positif Corona, Punya Riwayat Pernah ke Semarang dan DIY

    Dua Warga Pemalang Positif Corona, Punya Riwayat Pernah ke Semarang dan DIY

    Regional
    Menyoal Kedatangan 316 WNI dari Italia, Dinyatakan Sehat Setelah Karantina di Kapal dan Rapid Tes di Bali

    Menyoal Kedatangan 316 WNI dari Italia, Dinyatakan Sehat Setelah Karantina di Kapal dan Rapid Tes di Bali

    Regional
    5 Fakta Siswi SMK Diperkosa 7 Temannya, Terbongkar dari Ancaman Pelaku di Ponsel, Korban Alami Trauma

    5 Fakta Siswi SMK Diperkosa 7 Temannya, Terbongkar dari Ancaman Pelaku di Ponsel, Korban Alami Trauma

    Regional
    Oknum PNS Ditangkap Polisi Gara-gara Gadaikan 26 Mobil Sewaan

    Oknum PNS Ditangkap Polisi Gara-gara Gadaikan 26 Mobil Sewaan

    Regional
    Purwakarta Batasi Hilir Mudik Kendaraan AKDP dan Bolehkan Angkot Tetap Beroperasi

    Purwakarta Batasi Hilir Mudik Kendaraan AKDP dan Bolehkan Angkot Tetap Beroperasi

    Regional
    Dituding Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji Sebut Hanya Skenario Anggota Keluarga untuk Memeras Uang

    Dituding Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji Sebut Hanya Skenario Anggota Keluarga untuk Memeras Uang

    Regional
    'Rapid Test', 11 Warga Sumedang Positif Covid-19 dan 4 di Antaranya Tenaga Medis

    "Rapid Test", 11 Warga Sumedang Positif Covid-19 dan 4 di Antaranya Tenaga Medis

    Regional
    Puluhan Santri di Kaltim Berstatus ODP, Pernah Hadir di Ijtima Ulama Gowa

    Puluhan Santri di Kaltim Berstatus ODP, Pernah Hadir di Ijtima Ulama Gowa

    Regional
    RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

    RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

    Regional
    Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

    Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X