Kompas.com - 09/06/2013, 05:16 WIB
|
EditorErvan Hardoko

BANJARNEGARA, KOMPAS.com -  Kentang yang di tahun-tahun awalnya merambah dataran tinggi Dieng, memang menjanjikan kesejahteraan bagi petani.

Bagaimana tidak, cukup bercocok tanam selama tiga bulan, maka modal tanam sebesar Rp 20-an juta, bisa menghasilkan uang antara Rp 50 hingga 70 juta untuk tiap hektarnya. Sehingga bisa dihitung penghasilan para petani Dieng dalam satu tahun.

Namun, masa kejayaan kentang sudah lewat. Kini, seorang petani sudah merasa beruntung bisa balik modal usai masa panen. Tak jarang mereka menanggung rugi karena hasil panen tak sepadan dengan modal yang sudah dikeluarkan.

Pengalaman bangkrut menanam kentang pernah dirasakan Isnurhadi (39), petani Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Saat ditemui Kompas.com di ladangnya, Isnurhadi mengatakan dia sudah berhenti menanam kentang pada 1997. 

“Saya bangkrut. Di masa-masa awal dari lahan dua hektare saya bisa menghasilkan 10 ton kentang. Namun, belakangan susut terus hingga paling banter hanya menghasilkan dua ton saja,” kata Isnurhadi. 

Setelah kentang membuatnya bangkrut, Isnurhadi kemudian banting setir dan memilih menanam kacang tanah dan cabai di lahan miliknya.

Kerap merugi saat panen kentang juga dialami Kusman (33), petani asal desa Sembungan, Wonosobo. Namun, Kusman masih terus mencoba peruntungannya bersama kentang. 

“Sekarang bisa untung sedikit saja sudah bagus. Tak jarang saya merugi karena modal semakin besar, terutama untuk biaya pupuk dan pestisida,” ujar Kusman. 

Kerap merugi, lanjut Kusman, tak jarang petani harus berutang modal pada bank yang biasanya akan dibayar pada saat panen tiba.

“Akhirnya petani paling-paling hanya bisa impas saja,” keluh Kusman.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.