TNI dan Tentara Malaysia Latihan Atasi Teroris

Kompas.com - 08/06/2013, 02:09 WIB
Editor

Medan, Kompas - Tentara Nasional Indonesia dan tentara Malaysia menggelar latihan gabungan bertajuk Latihan Gabungan Bersama Malaysia Indonesia Darat Samudera Angkasa (Latgabma Malindo Darsasa-8AB/2013) di Medan, Sumatera Utara. Latihan gabungan yang berlangsung hingga 12 Juni 2013 ini dibuka pada Jumat (7/6). Latihan ini fokus pada upaya penanggulangan terorisme di wilayah Indonesia dan Malaysia.

Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono menjelaskan, ancaman terorisme membayangi Indonesia dan Malaysia. Dalam beberapa kasus terorisme, jaringan dan pelakunya meliputi dan melintasi wilayah Indonesia dan Malaysia.

Agus menambahkan, luasnya kawasan perairan Asia Tenggara, terutama Indonesia dan Malaysia, menjadi celah masuknya jaringan terorisme internasional ke kedua negara. Bentuknya berupa penyelundupan senjata dan infiltrasi paham fundamentalisme radikal. Kelompok Al Qaeda, Jamaah Islamiyah, dan Abu Sayaf telah terdeteksi memengaruhi kelompok marjinal di Indonesia dan Malaysia.

”Untuk itu, kami perlu latihan gabungan untuk mengembangkan strategi, metode, teknik, taktik, dan pendekatan,” kata Agus saat memberi sambutan dalam acara pembukaan.

Hadir dalam acara tersebut Panglima Angkatan Tentera Malaysia Jeneral Tan Sri Dato Sri Zulkifeli bin Mohd Zin, yang terbang langsung dari Malaysia. Hadir pula Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan Kepala Kepolisian Daerah Sumut Inspektur Jenderal Wijsnu Amat Sastro.

Zulkifeli menambahkan, ancaman terorisme lebih mudah diatasi jika ditangani bersama. Untuk itu, Malaysia merasa perlu bekerja sama dengan Indonesia. Dia menilai persiapan latihan telah matang.

Skenario berbeda

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada tahun 2010, Indonesia dan Malaysia juga menggelar latihan gabungan. Baik Zulkifeli maupun Agus menegaskan, latihan kali ini berbeda dengan latihan sebelumnya. ”Tempat dan skenarionya berbeda sehingga hasilnya berbeda,” kata Agus.

Latihan gabungan ini melibatkan 1.228 tentara dari Indonesia dan Malaysia. Setiap angkatan mengerahkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) masing-masing. Alutsista tersebut antara lain helikopter jenis Bell-412 dan MI-17 serta KRI Makassar-590, KRI IBL 383, dan pesawat Fokker-28.

Latihan diawali dengan kegiatan pos komando di Pangkalan Udara Soewondo, Medan, kemdian dilanjutkan latihan penumpasan teroris di Belawan dan Hotel Aryaduta Medan. (MHF)



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.