Kompas.com - 07/06/2013, 22:11 WIB
|
EditorFarid Assifa

KEDIRI, KOMPAS.com — Kepolisian Resor Kediri Kota, Jawa Timur, memeriksa closed circuit television (CCTV) Bank BCA sebagai rangkaian penyelidikan terhadap kasus percobaan perampokan yang menyebabkan Bripka Didik Puguh (43), anggota polisi sasaran perampokan, menderita luka tembak di bokong sebelah kirinya, Jumat (7/6/2013).

Kepala Sub Bagian Humas Polres Kediri Kota AKP Surono mengatakan, pemeriksaan CCTV dilakukan untuk mencari petunjuk kemungkinan adanya hal-hal yang mencurigakan untuk kemudian ditarik menjadi benang merah dalam mengidentifikasi pelaku perampokan.

"Melalui bagian Reskrim sudah berkoordinasi dengan pihak BCA untuk pemeriksaan CCTV yang ada di lokasi," kata Surono kepada Kompas.com. Dengan teknik itu pula, Surono menambahkan, gambar orang-orang yang ada dalam CCTV akan dilakukan cek silang dengan keterangan beberapa saksi yang ada di lokasi ketika kejadian berlangsung.

Langkah pemeriksaan kamera pengawas tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk mengungkap kasus percobaan perampokan. Sebelumnya, kepolisian juga telah membentuk tim yang didukung langsung personel dari Polda Jawa Timur untuk mengungkap kasus tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Bripka Didik Puguh menderita luka tembak di bokong bagian kirinya setelah ditembak oleh perampok dengan senjata api yang diduga jenis revolver saat berhenti di persimpangan empat lampu merah Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Kediri. Saat itu, Bripka Didik yang berdinas di bagian Bamin SPK Polsek Kediri Kota itu seusai mengambil uang tunai sebesar Rp 143 juta dari Bank BCA di Jalan Brawijaya.

Meskipun tertembak, ia dapat menyelamatkan diri beserta uangnya setelah memacu kencang sepeda motor jenis Kawasaki Ninja 250 cc menuju RS Baptis yang berjarak sekitar lima kilometer dari lokasi penembakan. Sementara pelaku perampokan terdiri dari dua orang yang mengendarai motor Yamaha Vixion warna hitam lengkap dengan helm teropongnya.

Hingga berita ini ditulis, anggota polisi yang mempunyai usaha sampingan jual beli mobil ini masih dirawat di RS Bhayangkara seusai dirujuk dari RS Baptis, menunggu perkembangan kesehatannya untuk pengangkatan proyektil peluru yang masih bersarang di bokongnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.