Pedagang Demo, Tolak Pembangunan Pasar Baru Square Bandung

Kompas.com - 07/06/2013, 15:25 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

BANDUNG, KOMPAS.com — Sebanyak 31 orang pedagang dan pemilik kios di pusat perdagangan busana grosir dan eceran Pasar Baru Trade Center melakukan aksi demonstrasi, Jumat (7/6/2013). Aksi tersebut adalah bentuk penolakan terhadap rencana pembangunan pusat perbelanjaan bernama Pasar Baru Square.

Menurut Koordinator aksi sekaligus salah satu pedagang, Iwan Suherman, rencana pembangunan pusat perbelanjaan baru yaitu Pasar Baru Square yang rencananya dibangun di depan Pasar Baru Trade Center sebenarnya telah melanggar ketentuan Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 dan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 420/MPP/Kep/10/1997 dan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 2 Tahun 2004 yang menyatakan bahwa tidak dibenarkan terdapat dua pasar dalam radius 500 meter.

"Tujuan kita melakukan aksi ini adalah penolakan pembangunan Pasar Baru Square. Peraturannya sudah ada, dan tidak boleh ada pasar sejenis," kata Iwan saat ditemui di sela aksi.

Selain itu, penamaan pusat perbelanjaan anyar dengan menggunakan nama "Pasar Baru" dinilai akan merugikan 4.500 pemilik toko dan kios di Pasar Baru Trade Center. Pasar Baru Trade Center sendiri telah berdiri sejak tahun 1906 dan telah mengalami lima kali pemugaran.


"Nama Pasar Baru ini cuma satu, yaitu di Jalan Otto Iskandardinata nomor 70. Kalau tetap pakai nama 'Pasar Baru', jelas merugikan para pedagang karena akan menimbulkan persaingan yang tidak sehat. Kalau orang luar yang tidak tahu, maka mereka akan datang ke sana (Pasar Baru Square). Padahal seharusnya datang ke kita," jelas Iwan.

Kalaupun tetap dibangun, lanjut Iwan, pusat perbelanjaan tersebut tidak boleh menggunakan nama Pasar Baru yang dikatakannya sudah tenar di beberapa negara Asia Tenggara sebagai pusat fashion murah dan berkualitas. "Minimal bicara dulu dengan himpunan pedagang. Jangan main bikin nama sendiri. Aksi kami ini ingin menyampaikan agar tidak menjadi saru," serunya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Melihat Anak Buruh Migran di Bawah 'Atap' Kampung Belajar Tanoker

Melihat Anak Buruh Migran di Bawah "Atap" Kampung Belajar Tanoker

Regional
Berperilaku Aneh, Polisi Bawa Penganiaya Bocah hingga Tewas Hanya karena Minum Teh ke Psikolog

Berperilaku Aneh, Polisi Bawa Penganiaya Bocah hingga Tewas Hanya karena Minum Teh ke Psikolog

Regional
Minim Rambu Lalu Lintas, Penyebab Truk Fuso Tabrak 2 Minibus di Sumedang

Minim Rambu Lalu Lintas, Penyebab Truk Fuso Tabrak 2 Minibus di Sumedang

Regional
PDI-P Berpotensi Lawan Kotak Kosong di Pilkada Boyolali

PDI-P Berpotensi Lawan Kotak Kosong di Pilkada Boyolali

Regional
Rektorat Unnes Minta Debat Rektor dan Dosen yang Diduga Hina Jokowi Ditangguhkan

Rektorat Unnes Minta Debat Rektor dan Dosen yang Diduga Hina Jokowi Ditangguhkan

Regional
Perahu yang Ditumpangi Satu Keluarga Tenggelam di Maluku, 1 Tewas

Perahu yang Ditumpangi Satu Keluarga Tenggelam di Maluku, 1 Tewas

Regional
Nasib Gibran di Pilkada Solo Ditentukan Maret

Nasib Gibran di Pilkada Solo Ditentukan Maret

Regional
Kecelakaan Truk di Jalan Pasuruan-Probolinggo, Satu Orang Tewas

Kecelakaan Truk di Jalan Pasuruan-Probolinggo, Satu Orang Tewas

Regional
Bupati dan Wakil Bupati Bantul Pecah Kongsi dalam Pilkada 2020, Wabup Diusung PDI-P

Bupati dan Wakil Bupati Bantul Pecah Kongsi dalam Pilkada 2020, Wabup Diusung PDI-P

Regional
Viral Calon Polisi di Palu Sujud di Kaki Ayahnya, Ini Ungkapan Sang Ibu

Viral Calon Polisi di Palu Sujud di Kaki Ayahnya, Ini Ungkapan Sang Ibu

Regional
Kekurangan Guru SD, Babinsa Mengajar Baca Tulis di Merauke

Kekurangan Guru SD, Babinsa Mengajar Baca Tulis di Merauke

Regional
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Melonguane, Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Melonguane, Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Izin Pinjam Gedung Dibatalkan, Lokasi Debat Rektor dan Dosen Unnes Dipindahkan

Izin Pinjam Gedung Dibatalkan, Lokasi Debat Rektor dan Dosen Unnes Dipindahkan

Regional
Demo Biaya Sewa Kantin, Mahasiswa Unpatti Blokade Jalan Menuju Bandara

Demo Biaya Sewa Kantin, Mahasiswa Unpatti Blokade Jalan Menuju Bandara

Regional
Diduga Berbuat Mesum, Pria asal Portugal di Lhokseumawe Ditangkap

Diduga Berbuat Mesum, Pria asal Portugal di Lhokseumawe Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X