Kompas.com - 07/06/2013, 11:26 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Meskipun telah dilakukan upaya penertiban terhadap pedagang kaki lima pada Rabu (5/6/2013), kondisi kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, kembali semrawut seperti sebelumnya. Lapak-lapak pedagang kembali tumpah ruah di jalan.

Berdasarkan pengamatan Kompas.com, Jumat (7/6/3013), kondisi paling parah terdapat di ruas Jalan Kebon Jati. Di jalan yang menghubungkan Jalan KH Mas Mansyur ke Stasiun Tanah Abang itu, para pedagang kembali memenuhi badan jalan tersebut. Adapun kondisi di Jalan KH Mas Mansyur sudah cukup tertib.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat Sunardi Sinaga mengatakan, pedagang kembali menggunakan Jalan Kebon Jati untuk berjualan pada Kamis (6/6/2013) atau sehari seusai penertiban. "Rabu sempat dibersihin tapi kemarin sudah muncul lagi. Kita (Dishub) sudah minta satpol PP untuk itu (menindak PKL). Dishub enggak punya wewenang, kita menindak yang parkir liar," kata Sunardi, Jumat di kawasan Pasar Tanah Abang.

Sunardi menyatakan, Dishub DKI tengah fokus menjaga Jalan KH Mas Mansyur karena merupakan ruas jalan utama dari selatan ke utara atau sebaliknya dan menjadi alternatif jalan dari Jalan MH Thamrin. "Kita rutin melakukan penjagaan, dari jam 06.00 sampai jam 17.00. Parkir liar sudah ditindak. Kita mengangkut motor 15 truk, satu truk isinya rata-rata 10-an. Jadi total ratusan, langsung diserahkan ke Polsek Tanah Abang dan Satlantas Polres Jakarta Pusat untuk diproses," jelas Sunardi.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X