Risiko Bila Bayi Mengonsumsi Gula Terlalu Dini

Kompas.com - 07/06/2013, 10:26 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com — Obesitas merupakan pangkal penyakit. Kegemukan dapat memicu risiko berbagai penyakit seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker. Saat ini masalah kegemukan bukan hanya monopoli orang dewasa, melainkan juga anak-anak. Obesitas pada anak bahkan telah menjadi perhatian khusus karena kasusnya terus naik baik di negara-negara maju maupun negara berkembang.

Di Amerika Serikat misalnya, obesitas anak meningkat tiga kali lipat selama 30 tahun terakhir. Data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan, lebih dari 12,5 juta anak Amerika terkena obesitas.  Penyebab utamanya adalah konsumsi gula berlebihan, yang dimulai pada usia awal pertumbuhan.

Para orangtua sebaiknya mewaspadai asupan gula berlebihan sejak usia bayi karena berdampak pada kualitas kesehatan jangka panjang. Konsumsi gula berlebih di usia dini akan menambah jumlah kalori pada menu keseharian anak. Bila tak terkendali akan memicu kegemukan dan obesitas. Tingginya kandungan gula pun dapat mengurangi asupan nutrisi penting lainnya pada menu keseharian. Hal ini dikarenakan rasa manis sangat disukai anak. Akibatnya, anak hanya memilih makanan yang disukai.

Gula juga akan merusak gigi anak yang baru tumbuh. Risiko ini semakin besar jika anak kerap minum gula dari botol. Hal ini sama seperti anak yang mengemut permen tangkai setiap hari.

The American Academy of Pediatric Dentistry merekomendasikan anak tidak minum jus sampai berusia 1 tahun. Jus juga sebaiknya diminum dari gelas, bukan botol. Jumlah yang diminum tidak lebih dari 4-6 ounce (sekitar 120-230 ml)  per hari. Pengaturan pola makan juga akan memengaruhi kesehatan anak di masa depan. Oleh karena itu, penting membatasi konsumsi gula pada anak.

Kenalkan buah

Kepercayaan lama menyebutkan, mengenalkan anak dengan beragam jenis buah-buahan yang manis di usia dini hanya akan menyebabkan anak doyan makanan manis dan cenderung tidak suka menyantap sayuran atau makanan lain. Akan tetapi, menurut American Academi of Pediatrics, anggapan ini tidak berdasar. Selain itu, tak ada alasan medis kuat yang menyarankan agar program makan bayi harus diawali dengan suatu jenis makanan padat tertentu. Menurut para ahli, bayi terlahir secara alami dengan kesiapan beradaptasi dengan makanan manis. Pengenalan pada makanan padat tidak akan mengubah hal ini.

Yang perlu dihindari

Makanan yang mengandung gula tambahan harus dihindari. Lebih baik memberi buah segar atau yogurt, dibanding kue, biskuit, atau es krim. Bila anak harus minum sesuatu yang manis, lebih baik memberinya jus buah dengan air yang lebih sedikit dan tanpa gula. Orangtua sebaiknya waspada terhadap kandungan gula pada makanan bayi. Oleh karena itu, jangan lupa untuk memeriksa label dan kandungan nutrisi semua makanan bayi termasuk produk olahan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengakuan Penganiaya Pengemudi Ojol di Pekanbaru: Saya Waktu Itu Lagi Enggak Hati

Pengakuan Penganiaya Pengemudi Ojol di Pekanbaru: Saya Waktu Itu Lagi Enggak Hati

Regional
2 Beruang Berkeliaran di Permukiman Selama 3 Hari, Warga Ketakutan

2 Beruang Berkeliaran di Permukiman Selama 3 Hari, Warga Ketakutan

Regional
Pandemi Covid-19, Kerawanan Pilkada di Kabupaten Semarang Meningkat

Pandemi Covid-19, Kerawanan Pilkada di Kabupaten Semarang Meningkat

Regional
Partai Nasdem dan Gerindra Dukung Danny Pomanto di Pilkada Makassar 2020

Partai Nasdem dan Gerindra Dukung Danny Pomanto di Pilkada Makassar 2020

Regional
Belajar dari Kasus Balita Rafadan, Orang Miskin Dilarang Sakit?

Belajar dari Kasus Balita Rafadan, Orang Miskin Dilarang Sakit?

Regional
8 Destinasi Wisata Non Pendakian di Gunung Rinjani Dibuka 7 Juli 2020

8 Destinasi Wisata Non Pendakian di Gunung Rinjani Dibuka 7 Juli 2020

Regional
Tak Lagi Kantongi Izin, 14 Tempat Karaoke di Kota Tegal Nekat Beroperasi

Tak Lagi Kantongi Izin, 14 Tempat Karaoke di Kota Tegal Nekat Beroperasi

Regional
Tekan Covid-19, Jam Malam Diberlakukan di Sidoarjo, Sejumlah Jalan Ditutup

Tekan Covid-19, Jam Malam Diberlakukan di Sidoarjo, Sejumlah Jalan Ditutup

Regional
Bawa Senjata Tajam, Ratusan Warga Bongkar Paksa Peti Jenazah Covid-19 di Jeneponto, Polisi Buru Provokotor

Bawa Senjata Tajam, Ratusan Warga Bongkar Paksa Peti Jenazah Covid-19 di Jeneponto, Polisi Buru Provokotor

Regional
Pekan Depan, Polisi Periksa Legislator Penjamin Jenazah Covid-19 di Makassar

Pekan Depan, Polisi Periksa Legislator Penjamin Jenazah Covid-19 di Makassar

Regional
8 Pasien Positif di Grobogan Sembuh, 6 di Antaranya Warga Gubug

8 Pasien Positif di Grobogan Sembuh, 6 di Antaranya Warga Gubug

Regional
Suami Bunuh Pemuda yang Baru Dikenalnya Ternyata Residivis Kasus yang Sama

Suami Bunuh Pemuda yang Baru Dikenalnya Ternyata Residivis Kasus yang Sama

Regional
Puluhan Warga Datangi RS Minta Pasien Positif Corona Dipulangkan

Puluhan Warga Datangi RS Minta Pasien Positif Corona Dipulangkan

Regional
Satgas Covid-19 Diusir Saat Jemput Pasien Positif yang Kabur di Sumenep

Satgas Covid-19 Diusir Saat Jemput Pasien Positif yang Kabur di Sumenep

Regional
Mobil dengan Kaca Pecah Ditinggal Kabur Hebohkan Warga Jember

Mobil dengan Kaca Pecah Ditinggal Kabur Hebohkan Warga Jember

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X