Kompas.com - 06/06/2013, 17:49 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Sriwijaya Air menyatakan tetap membawa kasus pemukulan pramugari oleh pejabat Pemerintah Provinsi Bangka Belitung ke ranah hukum karena kasus tersebut terkait dengan masalah keselamatan penerbangan.

Senior Corporate Communication Sriwijaya Air, Agus Soedjono, mengatakan masalah ini sudah dilaporkan ke Polsek Pangkalan Baru, Bangka. Pihaknya tak peduli bahwa yang melakukan pemukulan adalah seorang pejabat.

"Ini masuk ke ranah hukum karena terkait dengan keselamatan penerbangan. Bagaimanapun, mengaktifkan telepon seluler di dalam pesawat tidak diperbolehkan," ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (6/6/2013).

Agus menyebutkan, pihaknya belum terpikir akan menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan karena kasus sudah dilimpahkan ke polisi. Sebagaimana diketahui, seorang pramugari Sriwijaya Air menjadi korban kekerasan fisik yang dilakukan pejabat Pemerintah Provinsi Bangka Belitung hanya karena meminta pelaku mematikan ponsel saat pesawat akan mengudara.

Pramugari yang bernama Febriyani melaporkan tindakan Zakaria Umarhadi yang menjabat Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Daerah Provinsi Bangka Belitung itu ke Polsek Pangkalan Baru, Rabu (5/6/2013) pukul 20.00 WIB.

Penerbangan Jakarta-Pangkal Pinang adalah salah satu rute gemuk Sriwijaya Air. Dalam sehari, maskapai ini melayani penerbangan sebanyak 6-8 kali.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.