Kompas.com - 05/06/2013, 15:01 WIB
|
EditorFarid Assifa

MALANG, KOMPAS.com — Sebagaimana di daerah lain, harga jengkol di Malang juga naik hingga Rp 30.000 per kilogram. Hal itu mengakibatkan pembelian jengkol sepi.

"Di Malang harga jengkol naik, dari Rp 20.000 menjadi Rp 30.000 per kilo. Akibatnya pembelinya jarang," kata Halimatus Sa'diyah, salah seorang penjual jengkol di Pasar Besar, Malang kepada Kompas.com, Rabu (5/6/2013).

Perempuan yang sudah menjual jengkol di Pasar Besar Malang sejak tahun 1970 itu mengaku per hari ia biasa menjual jengkol 4 kilogram. Namun, sekarang ini malah sepi.

"Sejak empat hari ini pembeli jengkol sepi. Biasanya, setiap hari saya bisa menjual 4 kilo. Sekarang hingga siang ini belum ada pembeli," katanya.

Sa'diyah menduga mahalnya harga jengkol karena sayuran ini mulai langka dan memang sedang tidak musim. "Mahalnya karena jengkol sudah langka. Sekarang bukan musimnya jengkol. Sepinya pembeli karena harganya naik," katanya.

Hal serupa dialami Rahman, penjual jengkol lainnya di Pasar Besar Malang. Dia mengaku seharian tak satu pun pembeli datang ke kiosnya untuk membeli jengkol.

"Saya menjual jengkol Rp 28.000 per kilo. Harga jengkol itu macam-macam. Kalau kualitasnya bagus, bisa Rp 30.000 lebih. Paling rendah Rp 28.000," katanya.

"Dan sekarang sudah mulai langka karena bukan musim panen," katanya.

Biasanya, kata Rahman, pembeli yang berlangganan jengkol adalah pemilik rumah makan Padang. "Pemilik rumah makan Padang yang langganan beli. Ada juga yang perorangan. Sehari saya mampu menjual 5 kilogram. Kalau sekarang belum laku sama sekali," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.