Kompas.com - 05/06/2013, 09:41 WIB
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com — Kabar melonjaknya harga jengkol disambut positif Ketua DPR RI, Marzuki Alie. Ia mengaku malah bersyukur harga jengkol naik di sejumlah wilayah Indonesia.

"Kalau harga jengkol naik, saya bersyukur. Artinya ada penghargaan atas produk lokal Indonesia yang sebagian warganya suka makan jengkol," kata Marzuki saat dihubungi, Rabu (5/6/2013).

Seperti diberitakan sebelumnya, harga jengkol di sejumlah wilayah terutama Jawa naik dari biasanya sekitar Rp 10.000 per kilogram menjadi Rp 50.000 per kilogram.

Menurut Marzuki Alie, kenaikan harga jengkol tidak akan terlalu mengganggu stabilitas ekonomi. Sebab, jengkol beda dengan komoditas lain seperti beras yang merupakan bahan pokok.

"Tidak makan jengkol tidak mengakibatkan rakyat menjadi lapar, tetapi justru rakyat atau petani khususnya yang menghasilkan jengkol dapat menikmati hasil kebunnya karena harga yang bagus," kata Marzuki.

Ketika ditanya kalau harga jengkol mahal bukankah akan merugikan konsumen yang menggemarinya, Marzuki menjawab, "Makan jengkol tidak banyak, enggak sampai 1 ons, bisa mabuk jengkol kalau banyak-banyak dimakan."

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    UPDATE 19 Juni: Ada 118.023 Suspek Terkait Covid-19

    UPDATE 19 Juni: Ada 118.023 Suspek Terkait Covid-19

    Nasional
    UPDATE 19 Juni: Tambah 7.016, Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 1.786.143 Orang

    UPDATE 19 Juni: Tambah 7.016, Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 1.786.143 Orang

    Nasional
    UPDATE: Bertambah 12.906 Orang, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 1.976.172

    UPDATE: Bertambah 12.906 Orang, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 1.976.172

    Nasional
    Ada Komunitas Ingin Usung Jokowi Tiga Periode, PBB: Sah-sah Saja Jika Tak Melanggar UU

    Ada Komunitas Ingin Usung Jokowi Tiga Periode, PBB: Sah-sah Saja Jika Tak Melanggar UU

    Nasional
    Jelang Tenggat Waktu Penyerahan Pengelolaan TMII, Pemerintah Lakukan Sejumlah Persiapan

    Jelang Tenggat Waktu Penyerahan Pengelolaan TMII, Pemerintah Lakukan Sejumlah Persiapan

    Nasional
    Sultan HB X Buka Opsi Lockdown, Kemendagri: PPKM Mikro Sudah Ketat

    Sultan HB X Buka Opsi Lockdown, Kemendagri: PPKM Mikro Sudah Ketat

    Nasional
    Syukuran Kantor Seknas di Jakarta, Komunitas Jok-Pro 2024 Bakal Deklarasi Lima Bulan Lagi

    Syukuran Kantor Seknas di Jakarta, Komunitas Jok-Pro 2024 Bakal Deklarasi Lima Bulan Lagi

    Nasional
    Tanggapi Relawan Jokowi-Prabowo, Istana: Presiden Patuh Aturan Masa Jabatan Dua Periode

    Tanggapi Relawan Jokowi-Prabowo, Istana: Presiden Patuh Aturan Masa Jabatan Dua Periode

    Nasional
    Klaim Dirinya Bukan Penggagas Jok-Pro 2024, Qodari: Tapi Rakyat Indonesia

    Klaim Dirinya Bukan Penggagas Jok-Pro 2024, Qodari: Tapi Rakyat Indonesia

    Nasional
    Jubir Vaksinasi Covid-19: Eropa Pede Gelar Euro Karena Sudah Capai Herd Immunity

    Jubir Vaksinasi Covid-19: Eropa Pede Gelar Euro Karena Sudah Capai Herd Immunity

    Nasional
    Epidemiolog: Peningkat Kasus Covid-19 Sudah Sejak 9 Minggu Lalu

    Epidemiolog: Peningkat Kasus Covid-19 Sudah Sejak 9 Minggu Lalu

    Nasional
    Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Jubir Presiden Klaim PPKM Mikro yang Dilakukan Pemerintah Efektif

    Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Jubir Presiden Klaim PPKM Mikro yang Dilakukan Pemerintah Efektif

    Nasional
    IDI: Beban Nakes Meningkat Drastis di Daerah dengan Lonjakan Covid-19, Kelelahan Pasti Terjadi

    IDI: Beban Nakes Meningkat Drastis di Daerah dengan Lonjakan Covid-19, Kelelahan Pasti Terjadi

    Nasional
    Vaksinasi Lansia Baru 20 Persen dari Target, Kemenkes Ungkap Kendalanya

    Vaksinasi Lansia Baru 20 Persen dari Target, Kemenkes Ungkap Kendalanya

    Nasional
    IDI Ingatkan Bahaya Varian Delta Bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Anak-anak

    IDI Ingatkan Bahaya Varian Delta Bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Anak-anak

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X