Kompas.com - 04/06/2013, 16:22 WIB
|
EditorFarid Assifa

PALU, KOMPAS.com — Tim Disaster Victim Identification (DVI) Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, Selasa (4/6/2013), sejak pagi hingga siang tadi, kembali melakukan olah tempat kejadian perkara bom bunuh diri di halaman kantor Kepolisian Resor Poso.

Olah TKP dilakukan untuk mencari barang bukti pendukung serta mengidentifikasi bangkai sepeda motor yang digunakan pelaku. Dugaan sementara, pelaku peledakan bom bunuh diri tersebut masuk dalam kelompok Santoso cs. Olah TKP ini melibatkan sedikitnya 10 personel kepolisian dan mendapatkan pengawalan ketat.

Sasaran olah TKP kali ini adalah mencari barang bukti pendukung, seperti sisa atau serpihan ledakan bom, identifikasi bangkai sepeda motor yang digunakan pelaku, serta barang bukti lain yang bisa dijadikan petunjuk. Bangkai sepeda motor pelaku saat ini masih berada di TKP dan belum dievakuasi.

Olah TKP ini berlangsung hampir dua jam lamanya, dan tim mengumpulkan sejumlah barang bukti. Namun sejauh ini polisi masih belum bisa memastikan siapa pelaku bom bunuh diri tersebut. Tim dari Mabes Polri sampai saat ini masih menunggu hasil tes DNA pelaku yang jasadnya kini masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Palu.

Meski demikian, Kepala Polres Poso Ajun Komisaris Besar Susnady mengatakan bahwa terduga pelaku bom bunuh diri adalah kelompok Santoso. Santoso terlibat pengeboman pos polisi lalu lintas dan pembunuhan dua anggota Polres Poso pada awal tahun lalu.

"Untuk mengetahui identitas terduga pelaku bom bunuh diri ini, kita masih menunggu identifikasi DNA yang dilakukan tim DVI dari Mabes Polri. Diduga terduga ini adalah bagian dari kelompok Santoso," kata Susnady yang dihubungi Kompas.com.

Informasi intelijen menyebutkan bahwa pelaku mirip dengan salah satu dari 24 orang dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus terorisme di Poso. Untuk memastikan dugaan tersebut, polisi masih menunggu hasil tes DNA dan penyelidikan lebih lanjut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.