Kompas.com - 04/06/2013, 09:03 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Freeport Indonesia akan menghentikan produksi tambang tembaga untuk sementara. Hal ini terkait proses penyelidikan kecelakaan di tambang Grasberg yang terjadi beberapa waktu lalu.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Thamrin Sihite mengatakan, proses penghentian produksi tambang tersebut tersebut berlaku baik di tambang terbuka maupun tambang bawah tanah.

"Proses penyelidikan memakan waktu kira-kira tiga bulan. Freeport hanya diperbolehkan mengapalkan bijih konsentrat dari stok yang ada," kata Thamrin seperti dikutip dari Bloomberg.

Saat ini, penyidik masih melakukan investigasi terkait penyebab runtuhnya gedung pusat pelatihan di tambang Grasberg di Freeport pada 14 Mei lalu yang menewaskan 28 orang. Jumlah tersebut termasuk satu orang korban lagi yang tewas pada 1 Juni lalu akibat kecelakaan lain.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Dede Ida Suhendra menambahkan, ekspor tidak akan berarti apa-apa bila ada banyak korban yang tewas akibat kecelakaan penambangan. "Kegiatan produksi harus dihentikan," kata Dede.

Proses penyelidikan ini sudah dimulai pada 22 Mei 2013 lalu. Proses ini akan memakan waktu sekitar tiga bulan ke depan. Distopnya produksi salah satu tambang tembaga terbesar di dunia ini turut mengkhawatirkan kondisi pasokan global.

Harga tembaga di pasar London naik 0,5 persen menjadi 7.347 dollar AS per metrik ton. Pada Mei lalu sudah naik 3,6 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Vice President Corporate Communication Freeport Indonesia Daisy Primayanti menjelaskan, pihaknya belum bisa memastikan kapan tanggal produksi penambangan bisa beroperasi kembali. Saat ini, pihaknya terus berkomunikasi dengan pemerintah dan izin pertambangan kembali hanya akan diberikan setelah penyelidikan selesai.

"Kami akan bekerja sama dengan pemerintah dalam upaya kami untuk melanjutkan operasional kami," kata Daisy.

Sementara Kepala Cabang Mimika dari Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Virgo Solossa mengatakan, para pekerja telah menolak untuk bekerja kembali sampai direksi Freeport mau bertanggung jawab atas kecelakaan yang terjadi pada pertengahan Mei lalu itu. (bloomberg.com)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.