Kompas.com - 03/06/2013, 18:23 WIB
|
EditorFarid Assifa

AMBON, KOMPAS.com — Puluhan pengungsi konflik sosial di Maluku tahun 1999, yang mengaku belum menerima bantuan dari pemerintah, kembali berunjuk rasa. Mereka menuntut agar bantuan yang menjadi hak mereka segera dipenuhi oleh pemerintah.     

Unjuk rasa digelar di Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Senin (3/6/2013). Puluhan pengungsi itu tergabung dalam Forum Komunikasi Pengungsi dan Peduli Kemanusiaan Maluku.     

Michael Louhenapessy, salah satu perwakilan pengungsi, mengatakan bahwa pertemuan pada 15 Juli 2010 antara Pemerintah Provinsi Maluku dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia mengeluarkan kesepakatan bahwa korban konflik 1999 yang belum menerima bantuan harus menerima bantuan itu dalam waktu enam bulan setelah pertemuan tersebut digelar.     

"Namun hingga kini, korban konflik belum juga menerima haknya. Kami berharap hak kami segera dipenuhi," tambahnya.     

Selain itu, Forum Komunikasi Pengungsi dan Peduli Kemanusiaan Maluku juga mempermasalahkan hasil verifikasi korban konflik yang belum menerima bantuan oleh tim dari pemerintah. Menurut mereka, proses verifikasi tidak akurat karena tidak semua korban konflik yang belum menerima bantuan pasca-konflik didata oleh pemerintah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.