Meski Belum Dijawab MA, Telekonferensi Sidang Kasus Cebongan Tetap Disiapkan - Kompas.com

Meski Belum Dijawab MA, Telekonferensi Sidang Kasus Cebongan Tetap Disiapkan

Kompas.com - 03/06/2013, 16:45 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) terus mempersiapkan perangkat telekonferensi meski sampai saat ini belum ada jawaban dari pihak Mahkamah Agung (MA) dan Peradilan Militer Umum terkait usulan itu.

Salah satu anggota LPSK, Irjen (Purn) Teguh Soedarsono, mengatakan, LPSK sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk PT Telkom dan Polri, guna mempersiapkan jalannya telekonferensi itu.

"Kami terus melakukan persiapan. Entah nanti mau digunakan atau tidak," ungkap Teguh, Senin (3/6/2013).

Usulan menggunakan telekonferensi dirasa penting karena kondisi psikologis beberapa saksi sampai saat ini belum stabil. Jika saksi tidak siap tetapi tetap dipaksakan hadir, maka tindakan itu berisiko melanggar HAM.

"Pemaksaan akan memperparah trauma para saksi. Mereka itu sebenarnya juga korban," tandasnya.

Teguh menegaskan, wacana telekonferensi bukan untuk menjatuhkan kredibilitas militer. Gagasan itu justru membantu mengembalikan rasa kepercayaan masyarakat. Jika disetujui, maka nantinya peranti telekonferensi akan dipasang di tiga titik, yakni di LP Cebongan, Peradilan Militer Yogyakarta, dan kantor LPSK di Jakarta. 

Sejauh ini, sejak seminggu terakhir, instalasi kabel yang akan digunakan untuk telekonferensi telah disiapkan PT Telkom. Meski demikian, pemasangannya masih menunggu keputusan MA.

Kepala Bagian Tata Usaha dan Humas LP Cebongan Aris Bimo mengungkapkan, hari ini LPSK akan mengirim LCD monitor. Namun, untuk pemasangannya masih menunggu keputusan. Mengenai lokasi yang akan digunakan untuk telekonferensi, Aris tidak bersedia menyebutkan detail ruangannya dengan alasan keamanan.

Terkait pengamanan saksi yang dilakukan oleh pasukan Brimob Polda DIY, sejak Mei lalu telah ditarik karena situasi dirasa sudah kondusif dan aman. Namun, closed circuit television (CCTV) yang saat kejadian penyerangan dirusak oleh para pelaku juga belum diganti.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorGlori K. Wadrianto
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

    Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

    Internasional
    Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

    Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

    Nasional
    Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

    Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

    Regional
    Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

    Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

    Internasional
    Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

    Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

    Nasional
    Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

    Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

    Internasional
    Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

    Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

    Internasional
    Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

    Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

    Nasional
    Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

    Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

    Regional
    Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

    Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

    Regional
    Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

    Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

    Nasional
    Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

    Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

    Regional
    Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

    Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

    Internasional
    Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

    Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

    Internasional
    Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

    Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

    Regional

    Close Ads X