Tim Jibom Dalami Serpihan Ledakan

Kompas.com - 03/06/2013, 11:20 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim penjinak bom Kepolisian Negara RI mendalami serpihan ledakan bom bunuh diri di Kepolisian Resor Poso, Sulawesi Tengah. Bom rakitan yang meledak diduga dibawa dengan tas ransel.

Hal itu disampaikan Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Suhardi Alius di Jakarta, Senin (3/6/2013). "Tim Jibom masih dalami tempat kejadian perkara dan meneliti serpihan ledakan," kata Suhardi.

Menurut Suhardi, ledakan bom diri terjadi di halaman Polres Poso, Sulteng, Senin (3/6/2013), sekitar pukul 08.00 Wita. Pelaku menggunakan sepeda motor dan menerabas pos penjagaan. Setelah ada letupan kecil, terjadi ledakan cukup besar yang menewaskan pelaku.

Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    RSSI Pangkalan Bun Penuh, Gugus Tugas Siapkan 14 Ruang Isolasi Alternatif

    RSSI Pangkalan Bun Penuh, Gugus Tugas Siapkan 14 Ruang Isolasi Alternatif

    Regional
    Data Sementara Klaster Secapa AD Bandung, 1.200 Orang Positif Covid-19

    Data Sementara Klaster Secapa AD Bandung, 1.200 Orang Positif Covid-19

    Regional
    Detik-detik 2 Petani Meninggal akibat Disengat Lebah

    Detik-detik 2 Petani Meninggal akibat Disengat Lebah

    Regional
    Jembatan Utama Putus, Ibu Hamil Ditandu Melintasi Batang Bambu

    Jembatan Utama Putus, Ibu Hamil Ditandu Melintasi Batang Bambu

    Regional
    UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 10 Juli 2020

    UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 10 Juli 2020

    Regional
    Mendagri Minta 11 Pemkab di Papua Segera Cairkan NPHD Pilkada 2020

    Mendagri Minta 11 Pemkab di Papua Segera Cairkan NPHD Pilkada 2020

    Regional
    Pedagang Positif Corona, 2 Pasar Tradisional di Kabupaten Sitaro Ditutup

    Pedagang Positif Corona, 2 Pasar Tradisional di Kabupaten Sitaro Ditutup

    Regional
    UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 10 Juli 2020

    UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 10 Juli 2020

    Regional
    Mari Bantu Anaya dan Inaya, Bayi Kembar Siam dengan 1 Hati, Butuh Biaya Operasi Rp 1 Miliar

    Mari Bantu Anaya dan Inaya, Bayi Kembar Siam dengan 1 Hati, Butuh Biaya Operasi Rp 1 Miliar

    Regional
    2 Petugas Medis di Bandung Positif Covid-19, Tracing hingga ke Sumedang

    2 Petugas Medis di Bandung Positif Covid-19, Tracing hingga ke Sumedang

    Regional
    Curhat Anak Almarhum Pasien Covid-19 yang Buka APD dan Peluk Ayahnya di Ruang Isolasi

    Curhat Anak Almarhum Pasien Covid-19 yang Buka APD dan Peluk Ayahnya di Ruang Isolasi

    Regional
    Chef Arnold Ngamuk di Twitter Tagihan Listrik Membengkak 4 Kali Lipat, Ini Penjelasan PLN

    Chef Arnold Ngamuk di Twitter Tagihan Listrik Membengkak 4 Kali Lipat, Ini Penjelasan PLN

    Regional
    Terkait Klaster Secapa AD, Ridwan Kamil: Warga Tidak Boleh Menolak Diperiksa

    Terkait Klaster Secapa AD, Ridwan Kamil: Warga Tidak Boleh Menolak Diperiksa

    Regional
    Mencuri Bawang untuk Bayar Rapid Test

    Mencuri Bawang untuk Bayar Rapid Test

    Regional
    Mengenal 'Wong Kalang', Suku Asli Jawa, Hidup Nomaden dari Hutan ke Hutan

    Mengenal "Wong Kalang", Suku Asli Jawa, Hidup Nomaden dari Hutan ke Hutan

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X