Pemimpin Mabuk Kuasa

Kompas.com - 03/06/2013, 03:17 WIB
Editor

YOGYAKARTA, KOMPAS - Banyak pemimpin yang kini terbelit mukti wibowo atau nikmat kekuasaan serta pengultusan diri. Sikap seperti inilah yang akhirnya menghapuskan keberpihakan mereka kepada masyarakat.

Demikian diungkapkan Sultan Hamengku Buwono X dalam pengantar bedah buku Hamengku Buwono IX, Inspiring Prophetic Leader, Sabtu (1/6), di Pagelaran Keraton Yogyakarta.

Buku tersebut diedit oleh Parni Hadi dan Nasyith Majidi. ”Banyak pemimpin terbelit mukti wibowo seperti nikmat kekuasaan dan gejala pengultusan tokoh sejarah,” kata Sultan.

Sebaliknya, semasa hidupnya, almarhum Sultan Hamengku Buwono IX mewariskan berbagai macam keteladanan yang bertolak belakang dengan kebiasaan pemimpin-pemimpin masa kini. Pertama, HB IX merupakan sosok pemimpin bersahaja tanpa pamrih kekuasaan.

Kedua, semasa hidupnya, HB IX berani mewujudkan desakralisasi kepemimpinan Sultan. Ia membaur dengan rakyat.

Ketiga, Sultan juga berani mendobrak tradisi keraton untuk mendorong kemajuan pendidikan ketika mengizinkan bangunan keraton digunakan untuk perkuliahan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Sejak saat itulah, Yogyakarta berkembang menjadi ”Indonesia mini”, tempat berkumpulnya berbagai etnis mengenyam pendidikan.

Keempat, HB IX sebagai sosok yang mengenyam pendidikan Barat tidak pernah larut menjadi pribadi lain. Dia berperspektif luas dengan pemikiran modern Barat waktu itu, tetapi tetap konsisten sebagai orang Jawa tulen.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif menyebut HB IX sebagai sosok yang mementingkan kepentingan kesatuan bangsa. ”Saat menjabat Wakil Presiden, HB IX mengetahui adanya penyimpangan pimpinan bangsa, tetapi beliau memilih mundur untuk menjaga stabilitas bangsa,” ujarnya. (ABK)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X