Kompas.com - 03/06/2013, 01:55 WIB
EditorBenny N Joewono

PEKANBARU, KOMPAS.com  Aparat Kepolisian Resor Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, mengabarkan, kawanan perampok bersenjata api berhasil menggondol lebih dari enam kilogram emas dan menembak mati seorang warga setempat.

"Peristiwa ini berlangsung di Desa Bina Baru, Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Kabupaten Kampar. Kawanan perampok yang diperkirakan berjumlah lebih lima orang ini menggasak emas dari beberapa toko emas yang berlokasi dekat pasar," kata Kepala Bidang Humas Polres Kampar, Ipda Deny Yusra, dihubungi per telepon dari Pekanbaru, Minggu (2/6/2013).

Peristiwa itu, menurut informasi saksi mata yang dirangkum Polres Kampar, terjadi pada Minggu sekitar pukul 09.00 WIB. Saksi mata menyebutkan, kawanan penjahat ini sempat beberapa kali melepaskan tembakan ke arah sejumlah warga yang berteriak meminta tolong.

"Akibatnya, seorang warga bernama Masroni (35) tewas dengan luka tembak. Kondisinya parah sehingga tidak sempat diselamatkan," katanya.

Menurut Ipda Deny, aksi perampokan yang diduga dilakoni oleh lebih dari lima pelaku ini berlangsung cukup cepat. Tidak diketahui secara persis apakah para pelaku datang dengan menggunakan sepeda motor atau mengendarai mobil.

"Namun, beberapa saksi mata mengakui sempat melihat beberapa pelaku dengan mengenakan helm (penutup kepala yang biasa digunakan para pengendara sepeda motor)," katanya.

Menurut saksi mata, ada beberapa toko emas yang didatangi kawanan perampok ini, tetapi emas terbanyak digondol dari toko emas Gemar Jaya, yang berlokasi tidak jauh dari pusat perbelanjaan tradisional Desa Bina Baru.

"Beberapa saksi mata lain, ada juga yang melihat pelaku turun dari sepeda motor. Namun, beberapa tersangka lainnya tidak jelas mengendarai apa. Informasi ini akan kami kembangkan," katanya.

Seorang warga, kata dia, juga sempat menjadi sasaran todongan pistol oleh seorang pelaku, tetapi ia berhasil selamat karena menuruti seluruh perintah penjahat itu. "Kami masih akan terus menyelidiki kasus ini. Para pelaku juga tengah kami kejar dan saksi-saksi akan terus dimintai keterangannya," katanya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.