Kompas.com - 02/06/2013, 17:15 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

SURABAYA, KOMPAS.com - Suasana di Sentra Ikan Bulak (SIB) Surabaya, Jawa Timur, Minggu (2/6/2013) berbeda dari biasanya. Ada keriuhan dari suara ratusan ayam yang di kompleks pedagang olahan hasil laut itu. Paling tidak sekitar 300 ayam ketawa dari berbagai kota di Indonesia, tampil dalam "Kontes Ayam Ketawa" tingkat nasional Wali Kota Cup II yang digelar Komunitas Pecinta Ayam Ketawa Surabaya Raya atau Kompak Surya.

Ketua penyelenggara Gagat Radityo mengatakan, kontes Ayam Ketawa ini diikuti lebih dari 300 peserta dari berbagai kota di Indonesia, antara lain dari Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, Bandung, Puwokerto, Solo, Wonosobo, Yogyakarta dan beberapa kota di Jatim seperti Sampang dan Pamekasan. "Ayam Ketawa aset asli bangsa Indonesia. Suaranya ini bukan rekayasa tetapi alami, ada vibrasinya," tegas Gagat.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini terlihat semangat saat membuka kontes Ayam Ketawa tersebut. Ketika satu Ayam Ketawa di atas penyangga, Risma ikut menyemangati sang ayam agar tertawa lantang. "Ayo bersuara, ayo bersuara," katanya.

Sebelum membuka kontes, Wali Kota Risma menerima sepasang Ayam Ketawa dari komunitas Kompak Surya. Kegiatan ini menurut dia, bukti bahwa di Surabaya ada beragam aktivitas dan hobi yang bisa diakomodasi oleh Pemerintah Kota Surabaya. "Diakomodasi karena memang hobi warga Surabaya memang beragam, semakin beragam semakin indah. Saya sebelumnya sudah membuka kontes Perkutut, Ayam Serama dan bunga. Pemkot Surabaya memang rutin menggelar kegiatan yang melibatkan warga," katanya.

Kontes satwa, jelas Risma juga penting bagi warga Surabaya untuk bisa menjalin silaturrahmi dengan komunitas satwa dari luar kota dan bahkan dari luar pulau. Selain membuat kontes, Risma juga menyempatkan berkeliling meninjau stan-stan di lantai II SIB. Kegiatan kontes atau lomba, penting selain sebagai ajang silaturrahmi, warga Surabaya bisa berkawan dengan teman-teman di luar daerah dan bisa menjadi satu kesatuan," ujarnya.

Dalam kontes ayam ketawa ini, ada tiga kelas yang dipertandingkan yakni kelas biasa, kelas dangdut dan kelas show. Adapun metode penilaiannya, untuk kelas biasa, ayam ketawa mendapat waktu untuk bersuara. Selama periode itu, akan dihitung berapa kali ayam-ayam yang ditaruh di atas penyangga sejenis tripod ini bersuara lantang.

Salah satu peserta, Erna Setyawati mengatakan, kontes semacam ini penting. "Bagi saya pribadi yang biasanya bersama pasien, saya menikmatinya. Kontes ini jangan tergantung reward, tetapi untuk penyegaran agar awet muda," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Erna mengaku sudah menggeluti hobi memelihara ayam Ketawa selama empat tahun terakhir. Bersama suaminya, ayam-ayam milik mereka diberi nama penyanyi top sesuai hobi mereka yang menyukai musik. Seperti ayam ketawa yang ikut Kontes Ayam Ketawa di SIB, dengan nama Michael Jackson. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X