16.616 Siswa SMP Tidak Lulus Ujian Nasional

Kompas.com - 01/06/2013, 03:50 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Dari 3.650.625 siswa peserta ujian nasional tingkat SMP/MTs tahun 2012/2013, sebanyak 16.616 siswa dinyatakan tidak lulus. Siswa paling banyak tidak lulus berada di Nusa Tenggara Timur, yakni 1.922 siswa.

Daerah lain yang siswanya banyak tidak lulus antara lain Sulawesi Selatan (1.596 siswa), Aceh (1.423 siswa), dan Jawa Tengah (1.118 siswa).

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, tingkat kelulusan tahun ini turun menjadi 99,55 persen dari 99,57 persen. Nilai rata-rata ujian nasional murni atau tanpa nilai rapor juga turun dari 7,47 menjadi 6,1 tahun ini.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan hal itu di Jakarta, Jumat (31/5). Nuh didampingi antara lain Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Khairil Anwar Notodiputro serta Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan Aman Wirartakusumah.

”Siswa yang tidak lulus tidak boleh putus asa. Masih ada kesempatan ikut ujian Paket B sehingga masih bisa mendaftar SMA,” kata Nuh.

Penyebab nilai rata-rata yang turun, menurut Nuh, adalah adanya penambahan 10 persen jumlah soal kategori sulit menjadi 20 persen. Komposisi tingkat kesulitan soal tahun ini menjadi 20 persen sulit, 70 persen sedang, dan 10 persen mudah.

Nilai di bawah 5,5

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari 16.616 siswa yang tidak lulus, 16.593 siswa di antaranya tidak lulus karena rata-rata nilai akhirnya kurang dari 5,5. Sementara itu, sisanya tidak lulus karena ada salah satu mata pelajaran yang nilainya kurang dari 4.

Seperti halnya hasil UN tingkat SMA/SMK/MA yang diumumkan pekan lalu, berdasarkan hasil UN SMP/MTs ini juga terdapat sekolah yang siswanya lulus 100 persen. Jumlahnya 44.916 sekolah. Sebaliknya, terdapat 10 sekolah yang siswanya (77 siswa) tidak lulus semua.

”Nanti akan dilihat lagi kondisi sekolahnya. Ini pasti sekolah yang kecil-kecil,” kata Nuh.

Khairil menambahkan, dari hasil analisis Kemdikbud, rata-rata nilai sekolah 8,2. Adapun rata-rata nilai UN murni 6,1. Saat kedua nilai itu digabung menjadi nilai akhir, maka rata-ratanya menjadi 6,94. Jika hanya menggunakan nilai UN murni sebagai penentu kelulusan, hanya akan ada 44,45 persen siswa yang lulus.

Menurut Nuh, di situlah peran UN untuk membuat pembeda (diferensiasi). ”Jika nilai sekolah semuanya 8 atau 9, bagaimana caranya melihat kemampuan siswa?” ujarnya. (LUK)



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.