Kompas.com - 31/05/2013, 19:48 WIB
|
EditorFarid Assifa

SEMARANG, KOMPAS.com - Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/5 Semarang memeriksa sejumlah anggota TNI serta warga sipil terkait kematian Rido Hehanusa (33). Hal itu disampaikan Komandan Denpom IV/5 Diponegoro Letkol CPM (K) Tri Wahyuningsih, Jumat (31/5/2013). Ia mengatakan, pemeriksaan masih sebagai saksi dan terus dikembangkan.

"Diperiksa beberapa orang yang terkait ada TNI ada sipil, ini proses pengembangan pengusutan," jelasnya.

Sejumlah barang bukti juga tengah dikumpulkan untuk penyelidikan lebih lanjut. Antara lain CCTV di kafe yang sempat dikunjungi korban sebelum meninggal.

"Itukan proses penyidikan ya, pastilah kita nanti sampaikan ke rekan-rekan," tambahnya. Terkait hasil otopsi, ia mengaku belum menerimanya. Ia menyatakan akan mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan.

Sementara itu, berdasarkan informasi terdapat enam anggota TNI yang ditetapkan tersangka yang berasal dari Batalyon Yonif 400/Raider. Meski begitu, Tri enggan menjelaskan secara detail. Ia hanya mengatakan memang ada enam anggota diperiksa intensif dari kesatuan yang sama.

"Kita kan tidak serta merta memvonis, semua ada prosesnya. Semoga secepatnya bisa kita selesaikan," tambahnya.

Secara terpisah, Kapendam IV/Diponegoro Kol Inf Widodo Raharjo menyatakan, anggota yang diduga terlibat masih diperiksa intensif. Hingga saat ini, ia menyatakan belum menetapkan tersangka.

"Betul. Saat ini anggota yang diduga terlibat penganiayaan hingga meninggal dunia masih dalam penyidikan oleh Denpom Semarang," katanya.

Seperti diketahui Rido bersama sejumlah rekannya terlibat keributan dengan beberapa oknum TNI di Liquid Cafe. Keributan kemudian berlanjut ke E Plaza yang berada di kawasan Simpanglima. Korban kemudian dibawa oleh sejumlah oknum TNI pada Kamis (30/5/2013) dini hari.

Dan pada Kamis malam sekitar pukul 23.00 WIB, Rido sudah menjadi jenazah dan disimpan di kamar mayat RSUP Dr Kariadi Semarang. Belum diketahui secara pasti kronologi peristiwa hingga membuat Rido tewas. Sementara itu, sejumlah korban yang terlibat keributan juga sudah melapor Denpom IV/5 Diponegoro Semarang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.