Kompas.com - 31/05/2013, 17:43 WIB
|
EditorKistyarini

MAGELANG, KOMPAS.com — Upaya sejumlah seniman lukis dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Yogyakarta ini patut diapresiasi. Mereka memamerkan dan menjual hasil karyanya demi membantu mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang hendak menjalani kuliah kerja nyata (KKN) di Papua, Juli mendatang.

Enam puluh lukisan dari 40 pelukis itu bisa dilihat dalam pameran bertajuk "Rupa Waisak Dharma Gama" di Hotel Pondok Tingal Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Menurut Godod Sutejo, Ketua Pelaksana Pameran, pameran lukisan tersebut merupakan salah satu wujud kepedulian seniman terhadap dunia pendidikan. Disebutkan Godod, ada sekitar 24 mahasiswa UGM dari berbagai fakultas akan menjalani KKN di Papua. Namun, bekal mereka selama di sana masih belum cukup.

"Lokasi KKN cukup jauh. Diperkirakan butuh dana sekitar Rp 700 juta. Sedangkan saat ini mereka baru dapat mengumpulkan dana Rp 400 juta," terang Godod, awal pekan ini.

Godod berharap, selama pameran yang dibuka sejak 23 Mei - 11 Juni 2013 dapat menarik minat para kolektor atau pecinta seni untuk membeli lukisan-lukisan itu. Rencananya, 50 persen dari hasil penjualan akan diberikan kepada para mahasiswa tersebut.

Sebelumnya, pameran serupa juga digelar di Joglo Prumpung, Sleman, Yogyakarta, pada 26 Mei 2013 lalu. Dari pameran itu, sebut Godod, suduh ada beberapa lukisan yang terjual hingga terkumpul dana sebanyak Rp 5.000.000.

Meskipun hingga saat ini belum satu pun lukisan yang dipamerkan di Hotel Pondok Tingal itu terjual, pihaknya tetap optimistis akan ada yang berminat membeli.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setidaknya ada momentum besar di Borobudur yang dapat dimanfaatkan untuk menarik peminat karya lukis. Salah satunya, penyelenggaraan Borobudur Internasional Festival (BIF) 2013 pada 16 Juni mendatang. "Rencananya akan kami perpanjang sampai BIF 2013 itu," tukas Godod.

Harga yang ditawarkan untuk setiap lukisan bervariasi. Mulai dari Rp 1.000.000 hingga Rp 20.000.000. Harga tersebut bergantung ukuran dan jenis lukisan.

Upaya para seniman itu disambut baik oleh Koentjoro Soeparno, dosen pembimbing lapangan KKN-PPMO UGM, sebab selain bisa membantu para mahasiswa yang hendak KKN, juga menciptakan sinergi antara mahasiswa dan para seniman. "Saya sangat bangga. Ini merupakan apresiasi yang sepatutnya dicontoh siapa pun," ungkapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X