Kompas.com - 31/05/2013, 12:16 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Memperingati Hari Antitembakau Sedunia yang jatuh pada hari ini, Jumat (31/5/2013), Aliansi Mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Gajah Mada Yogyakarta mengelar aksi di depan perempatan Mirota, Kampus Yogyakarta.

Selain menggelar orasi antitembakau dan rokok, para mahasiswa juga memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai bahaya merokok kepada pengguna jalan yang melintasi lokasi demo.

Mahasiswa juga menyiapkan permen untuk mengantikan fungsi rokok. "Kita berusaha memberikan pengertian kepada masyarakat mengenai bahaya dan kandungan zat kimia yang ada di dalam rokok," kata koordinator Aksi, Fahmi.

Fahmi menjelaskan, meski berbahaya bagi kesehatan, rokok sudah menjadi budaya dan membuat rokok sulit tergantikan. "Masyarakat akhirnya terlena ketika rokok sebagai budaya, dan disejajarkan dengan wayang, keris, batik, atau Candi Borobudur," ucap Fahmi.

Menurut Fahmi, harus diakui industri rokok mampu membiayai iklan super kreatif dan amat melekat diingatan warga. Hampir semua iklan rokok pintar memainkan kata-kata dan piawai memengaruhi kesadaran agar pembaca dan penonton menjadi perokok.

Menyikapi beberapa hal tentang rokok baik dari segi kesehatan dan ekonomi, massa pedemo mengajak seluruh elemen masyarakat di mulai dari mahasiswa untuk menjauhi rokok dan elemen yang menyertainya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    25th

    Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X