Kompas.com - 30/05/2013, 21:43 WIB
|
EditorFarid Assifa

PEMATANGSIANTAR, KOMPAS.com — Simson Harianja (24), warga Jalan Medan Km 10, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, mengalami luka bacok di kepala dan lengan kanannya nyaris putus. Dia bertengkar dengan teman sendiri, Manto (26), di warung tuak Pasar Horas Pematang Siantar, Sumatera Utara, Rabu (29/5/2013) malam.  

Korban melaporkan peristiwa itu ke kepolisian setempat. Pelaku yang berprofesi penjahit diciduk dari rumahnya di Nagori Sionggang, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, tiga jam setelah peristiwa.

Sebab musabab aksi main bacok bermula dari pertengkaran mulut antara Simson dan Manto yang saling tuduh sebagai tukang palak. Saat itu keduanya dalam keadaan mabuk minuman keras.

Manto merasa tidak terima dituduh sebagai tukang palak, kemudian membacok kepala Simson menggunakan sebilah celurit. Simson sempat menangkis dengan tangannya hingga robek sepanjang 10 sentimeter. Pertengkaran main senjata tajam dihentikan pemilik warung tuak bermarga Manik.

Setelah kejadian, pelaku kabur, sedangkan korban dilarikan ke RSUD dr Djasamen Saragih Pematang Siantar. Seusai dirawat di rumah sakit, Simson kemudian melaporkan Manto ke Polres Pematang Siantar hari itu juga.

"Setelah korban melapor, langsung kita tindak lanjuti dan pelaku kita amankan dari rumahnya di Sionggang, Kabupaten Simalungun," kata Kepala Subbagian Humas Polres Pematangsiantar AKP Efendy Tarigan, Kamis (30/5/2013).  

Manto yang ditemui di Polres Pematang Siantar mengakui telah membacok Simson. "Kesal aku sama dia karena terlalu sombong berbicara. Aku dituduh tukang malak, kubacoklah pakai celurit," kata pria yang sudah tiga tahun menjadi penjahit di Pasar Horas ini.

Polisi sejauh ini belum menemukan celurit yang digunakan pelaku. Saat kabur, celurit dibuang ke sungai.

"Kami sudah mencari ke sungai, tetap tidak menemukannya dan mungkin terbawa arus. Namun, pelaku tetap kami tahan," kata Kepala Unit Reskrim Polsek Siantar Barat Aiptu Hendra Sihombing.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.