Kompas.com - 30/05/2013, 20:14 WIB
|
EditorFarid Assifa

WAMENA, KOMPAS.com - Kasus pembunuhan terhadap anggota DPRD Nduga, Papua, Eka Tabuni memicu bentrokan 2 kelompok warga di Sinakma, pinggiran Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Kamis (30/5/2013). Bentrokan mengakibatkan 4 orang tewas dan 25 lainnya luka-luka.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua Brigjen Pol Paulus Waterpauw seusai menemui Samuel Tabuni, keluarga Almarhum Eka Tabuni di Mapolda Papua mengatakan, bentrokan terjadi antara kelompok pendukung pemekaran distrik dengan kelompok yang menolak pemekaran distrik.

"Akibat bentrokan warga di Wamena, 4 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Dari 4 orang yang tewas, 3 orang di antaranya dari kelompok pendukung pemekaran, sementara 1 orang dari kelompok penentang pemekaran," jelasnya.

Dari keterangan Paulus Ubruangge, anggota DPRD Nduga yang mendampingi Samuel Tabuni di Mapolda Papua, bahwa pertikaian ini bermula dari penolakan DPRD terhadap usul pemekaran distrik yang diajukan Pemerintah Kabupaten Nduga.

"Dari 8 distrik dan 32 kampung di Kabupaten Nduga, diusulkan untuk dimekarkan menjadi 32 distrik dan 211 kampung. Namun ditolak oleh DPRD karena semua data yang dipakai adalah fiktif," jelasnya.

Dalam pertemuan dengan Wakapolda Papua, Samuel Tabuni meminta agar Kepolisian mengusut tuntas kematian yang menimpa Eka Tabuni, karena mereka khawatir jika kasus ini tidak diusut tuntas, maka pembunuhan demi pembunuhan akan terus berlanjut.

Guna mengantisipasi bentrokan warga terus berlanjut, Wakapolda Papua Brigjen Paulus Waterpauw akan berangkat ke Wamena bersama 2 peleton Brimob.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X