Kompas.com - 30/05/2013, 20:08 WIB
|
EditorFarid Assifa

TIMIKA, KOMPAS.com - Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nduga ditemukan tewas bersimbah darah di pinggir Jalan Raya Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (29/5/2013) kemarin.

Aparat Kepolisian dari Polres Jayapura yang datang beberapa saat kemudian, mengidentifikasi korban adalah Eka Tabuni (40) anggota DPRD Kabupaten Nduga dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Informasi yang dihimpun Kompas.com, kejadian berlangsung sekitar pukul 15.00 WIT, ketika Eka Tabuni yang mengendarai sepeda motor dari arah Waena menuju Sentani, tiba-tiba ditabrak mobil Avanza dari arah belakang. Setelah terjatuh langsung dikeroyok oleh 2 orang yang keluar dari dalam mobil yang menabraknya.

Sempat terjadi perkelahian, tapi kemudian Eka melarikan diri ke seberang jalan. Dalam kejar-kejaran ini, Eka terjatuh yang kemudian diserang dengan parang hingga lehernya nyaris putus. Sekitar 20 menit kemudian polisi dari Polres Jayapura tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan identifikasi, dan berselang 1 jam kemudian 3 orang yang diduga pelaku pembunuhan ini diamankan di Mapolres Jayapura di Sentani.

Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Steven Manopo mengatakan, dari pemeriksaan awal terhadap pelaku LG, IW, dan NA, mereka mengaku disuruh oleh salah seorang pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten Nduga.

"Saat ini ketiganya masih dalam pemeriksaan lebih lanjut. Jika terbukti ketiganya akan dijerat dengan pasal 170 KUHP," jelasnya.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X