Kompas.com - 28/05/2013, 22:03 WIB
|
EditorFarid Assifa

MAGELANG, KOMPAS.com - Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun dan Desa Tamanagung Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang menjadi proyek percontohan program pengembangan Sistem Informasi Desa (SID) dengan konsep "sister village" atau desa bersaudara. Konsep tersebut digunakan untuk menangani pengungsi pasca-erupsi Gunung Merapi. Keduanya akan bersinergi dalam penanganan pengungsi.

Koordinator Proyek Merapi Recovery Response (MRR) DR4 UNDP Rinto Andriono menjelaskan, jika kembali terjadi erupsi, Desa Ngargomulyo yang masuk ke daerah rawan bencana erupsi Merapi, akan mengungsikan penduduk ke Desa Tamanagung, yang menjadi desa penyangga pengungsi.

"Sistem informasi desa ini merupakan kerjasama antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten dengan Magelang Merapi Recovery Response (MRR) UNDP dan mendapat dukungan dari Indonesia Multi Donor Fund Facility for Disaster Recovery (IMDFF-DR)," ujar Rinto, Selasa (28/5/2013).  

Menurut Rinto, sistem informasi desa tersebut sangat diperlukan sebagai bentuk pengurangan risiko kebencanaan dan kesiapsiagaan. Sistem informasi itu, lanjut Rinto, rencananya akan dikembangkan di 27 desa lainnya. Utamanya desa yang berada di daerah rawan bencana erupsi Merapi.

"Tapi masih akan kami kaji sistemnya dari dua desa percontohan ini. Jika memang sudah bisa diterapkan, maka akan kami kembangkan," katanya.

Rinto menjelaskan, sistem informasi ini meliputi tiga aspek, antara lain informasi data kependudukan, early warning system (EWS) atau peringatan dini dengan basis short message service (SMS), yang akan menginformasikan kepada warga terkait kebencanaan.

"Sedangkan yang ketiga adalah mekanisme gateway, terkait aduan warga soal penanganan kebencanaan dan selama di pengungsian. Kami juga berencana untuk mengembangkan server informasi melalui BPBD," terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratandan Logistik BPBD Kabupaten Magelang Joko Sudibyo menyambut baik program tersebut. Melalui program pengembangan SID ini dengan konsep "sister village" atau desa bersaudara ini, diharapkan bisa menjadi sistem yang dapat dimanfaatkan dalam mendukung penanganan darurat.  

"Seperti informasi jalur evakuasi, lokasi pengungsian, daya tampung dan daya dukung pengungsi di desa penyangga," jelasnya.

Dia mengatakan konsep, "sister village" ini berawal dari kejadian erupsi Merapi 2010 dimana banyak pengungsi yang tidak terkelola dengan baik. Selain dua desa itu, MRR UNDP juga menginisiasi program pengembangan SID di enam desa percontohan di DIY dan Jateng. Di antaranya, Desa Kepuharjo, Glagaharjo, Wukirsari dan Tamanmartani di Kabupaten Sleman, DIY. Serta Desa Sirahan dan Jumoyo di Kabupaten Magelang (Jateng).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.