Kompas.com - 28/05/2013, 15:20 WIB
|
EditorFarid Assifa

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Meski sempat surut beberapa jam, banjir kembali merendam ratusan rumah dan areal pertanian termasuk lahan tambak di Desa Mammi, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Banjir terjadi setelah daerah itu diguyur hujan deras sejak Senin (27/5/2013) malam hingga Selasa (28/5/2013) subuh dini hari tadi.

Dalam pantauan Kompas.com, ketinggian air mencapai 30 cm hingga satu meter. Kondisi itu cukup mengganggu aktivitas warga Desa Mammi. Apalagi banjir juga merendam jalan penghubung antar-Kecamatan Binuang dengan Polewali sehingga menganggu akses warga dua kecamatan tersebut. 

Warga mengaku banjir di daerah ini kerap terjadi di musim hujan. Buruknya sistem drainase kota serta penyempitan dan pendangkalan beberapa anak sungai Binuang menjadi pemicu utama banjir di daerah ini.

"Banjir memang sempat surut beberapa jam, namun kembali naik setelah kembali diguyur hujan sejak kemarin," ujar Sapri, warga Mammi, Selasa.

Selain merendam pemukiman dan jalan, banjir juga merendam puluhan hektar sawah dan tambak siap panen. Akibatnya para petani dan petambak mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar segera memperbaiki drainase di permukiman penduduk agar bila hujan datang, daerah mereka tidak lagi menjadi langganan banjir.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X