Kompas.com - 27/05/2013, 21:20 WIB
|
EditorFarid Assifa

PEMATANGSIANTAR, KOMPAS.com - YS, seorang bocah berusia 11 tahun, terdakwa pencurian laptop dan BlackBerry, yang didakwa hukuman 2 tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Pematangsiantar, Sumatera Utara, mengaku rindu dijenguk sang ibu.

Sejak ditahan dua bulan terakhir hingga mengikuti persidangan, YS mengaku tak sekalipun dijenguk ibunya, RS yang juga dosen di perguruan tinggi swasta di Pematangsiantar.

Ditemui di sel tahanan PN Pematangsiantar sebelum sidang agenda mendengarkan keterangan korban pencurian, Senin (27/5/2013) YS tampak murung. YS duduk di lantai sel tahanan yang kotor bercampur air. Bocah yang telah ditinggalkan ayah kandungnya sejak masih duduk di bangku kelas 2 SD itu sesekali memandang para keluarga tahanan yang datang menjenguk mereka. Meski awalnya takut bercerita, YS akhirnya bisa diajak bicara.

Bocah yang kini duduk di kelas 5 SD itu mengaku sejak ditahan, ibunya tidak pernah menjenguk atau mengunjunginya. Begitu juga dalam menjalani persidangan, dia mengaku tidak pernah disaksikan ibunnya sendiri.

"Aku pernah hubungi Mamak melalui warung telepon (wartel) di Lapas, tetapi aku justru dimarahi. Aku dibentak," ujarnya.

"Enggak usah kau hubungi aku lagi. Malu aku kau buat. Hilang reputasiku gara-gara tingkahmu. Biar kau di situ (penjara, red). Mati kau, tahankanlah hasil perbuatanmu. Nggak akan pernah aku datang menjengukmu," ujar YS menirukan ucapan ibunya. YS juga mengatakan, sejak dibentak dia tidak pernah bisa tidur nyenyak dan tidak lagi berani menghubungi ibunya.

Bocah penghuni blok Ambarita (Rutan Anak) Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Pematangsiantar ini masih berharap dan berdoa ibunya menjenguk dan memaafkan dirinya.

Di tempat yang sama, rekan YS yang juga ikut ditahan, RS (16), warga Jalan Laguboti, Pematangsiantar mengaku, orangtuanya sering mengunjungi dirinya. Termasuk dalam persidangan.

"Baru-baru ini Bapakku juga melihat aku ke Lapas, Bang. Cuma si YS yang tidak pernah dijenguk oleh keluarganya," terangnya.

Sementara, hakim PN Pematangsiantar Roziyanti dalam keterangannya seusai persidangan mengatakan, dari kesaksian korban Rima Novita Panjaitan (18) yang ngekos di Jalan Medan Area, Pematangsiantar, bahwa YS dan RS mencuri barang miliknya.

"Dalam persidangan ini, kita upayakan prosesnya cepat. Kita juga mempertimbangkan psikologi anak. Selain itu, mereka juga masih status pelajar. Kita akan melakukan semaksimal mungkin dan yang pasti menggunakan hati nurani. Terutama saya pribadi yang juga merupakan seorang ibu," ujar Roziyanti.

Sebelumnya, RS (16), warga Jalan Laguboti dan dan YS (11), warga Jalan Kisaran Ujung, Pematangsiantar, terancam dihukum pidana penjara selama dua tahun karena mencuri BlackBerry dan laptop. Berdasarkan dakwaan Jaksa Peuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pematangsiantar, kedua pelaku yang masih di bawah umur tersebut, terbukti bersalah mencuri satu unit BlackBerry dan satu unit laptop merek Acer milik Rima Novita Panjaitan (18).

Akibat perbuatan keduanya, jaksa R Nainggolan mendakwa mereka dengan Pasal 63 Ayat (1) ke -4e KUHPidana jo Pasal 4 Ayat (1) UU No. 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama tujuh tahun untuk orang dewasa atau sepertiga untuk anak-anak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.