Sidang Tawuran Pelajar, Doyok Divonis 7 Tahun Penjara

Kompas.com - 27/05/2013, 18:59 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Fitra Ramadhani alias Doyok, siswa SMA Negeri 70 Jakarta yang didakwa melakukan penganiayaan yang menyebabkan tewasnya siswa SMA Negeri 6 bernama Alawi Yusianto Putra, akhirnya divonis hukuman 7 tahun penjara.

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (27/5/2013), hakim memberikan hukuman lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut terdakwa dengan hukuman 9 tahun penjara. "Dengan ini menyatakan terdakwa Fitra Ramadhani terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana berdasarkan dakwaan dan divonis 7 tahun penjara dikurangi masa tahanan," kata hakim Haryanto saat membacakan hukuman.

Fakta yang memberatkan Doyok adalah ada sejumlah saksi yang melihat Doyok mengayunkan arit ke arah Alawy. Selain itu, Doyok juga terbukti melakukan penganiayaan secara bersama-sama. Adapun fakta yang meringankan adalah usia Doyok masih muda dan masih punya waktu untuk memperbaiki diri.

Doyok dijatuhi hukuman berdasarkan Pasal 170 ayat 2 KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan luka berat dan Pasal 170 ayat 3 KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan kematian. Menanggapi hal itu, ibu Alawy, Endang Puji Astuti, mengaku kecewa. Menurutnya, vonis terhadap hilangnya nyawa putra kesayangannya tidak sesuai.

"Enggak sesuai, anak saya sudah enggak ada. Masa cuma 7 tahun, itu masih minta banding lagi," kata Endang seraya menyeka air matanya.

Saat Doyok keluar, Endang tampak mengeluarkan sumpah serapahnya kepada Doyok. Sempat terjadi sedikit keributan kecil antara Endang dan ibu Doyok, Diana. Diana tampak hadir juga didampingi suaminya.

Tawuran maut antara siswa SMA 6 dan SMA 70 itu terjadi pada 24 September 2012. Peristiwa itu terjadi di sekitar Bundaran Bulungan, depan Plaza Blok M, Jakarta Selatan. Alawy tewas setelah dianiaya oleh pelajar SMA 70.

Selain Doyok yang menjadi tersangka dalam kasus penganiayaan hingga korban tewas, enam rekannya ikut menjadi tersangka dalam kasus penyeroyokan. Mereka adalah GL, MI, JN, RZ, RB, dan HS.

Berita terkait dapat diikuti di topik :

Tawuran Pelajar Memprihatinkan



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Empat Peserta Reaktif Covid-19 Ikuti Ujian SKB CPNS di Ruangan Khusus

Empat Peserta Reaktif Covid-19 Ikuti Ujian SKB CPNS di Ruangan Khusus

Regional
Detik-detik Tim SAR Temukan Helikopter yang Hilang Kontak, Semua Kru Selamat

Detik-detik Tim SAR Temukan Helikopter yang Hilang Kontak, Semua Kru Selamat

Regional
Melihat Kehidupan Isolasi di Wisma Atlet, dari Order Makanan hingga Tangisan

Melihat Kehidupan Isolasi di Wisma Atlet, dari Order Makanan hingga Tangisan

Regional
Erdi Dabi Tabrak Polwan hingga Tewas, PKB Pertimbangkan Tarik Dukungan di Pilkada

Erdi Dabi Tabrak Polwan hingga Tewas, PKB Pertimbangkan Tarik Dukungan di Pilkada

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 18 September 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 18 September 2020

Regional
Bos PO Pelangi Diduga Terlibat Sindikat Narkoba, Modifikasi Bus Simpan Sabu 13 Kilogram

Bos PO Pelangi Diduga Terlibat Sindikat Narkoba, Modifikasi Bus Simpan Sabu 13 Kilogram

Regional
93 Pasien Corona di Kepri Dinyatakan Sembuh

93 Pasien Corona di Kepri Dinyatakan Sembuh

Regional
Sultan HB X soal Konser Musik Diizinkan untuk Kampanye: Terserah KPU Saja

Sultan HB X soal Konser Musik Diizinkan untuk Kampanye: Terserah KPU Saja

Regional
Orang Pertama di Klaster Corona RSUD Pontianak Jarang Pakai Masker

Orang Pertama di Klaster Corona RSUD Pontianak Jarang Pakai Masker

Regional
Kronologi Sopir Taksi Online Dibegal Penumpang, Sempat Melawan Lalu Lompat dari Mobil

Kronologi Sopir Taksi Online Dibegal Penumpang, Sempat Melawan Lalu Lompat dari Mobil

Regional
Dari 1.000 Penumpang Pesawat hanya 90 Orang Tes Swab Gratis di Bandara Minangkabau

Dari 1.000 Penumpang Pesawat hanya 90 Orang Tes Swab Gratis di Bandara Minangkabau

Regional
Kepala Satpol PP Minta Maaf 6 Mahasiswa Terluka Saat Demo di Kantor Bupati Bogor

Kepala Satpol PP Minta Maaf 6 Mahasiswa Terluka Saat Demo di Kantor Bupati Bogor

Regional
Khofifah: Saya Tahu Beban Guru Tambah Berat Menyiapkan Materi Belajar Daring

Khofifah: Saya Tahu Beban Guru Tambah Berat Menyiapkan Materi Belajar Daring

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 18 September 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 18 September 2020

Regional
ASN di Banyumas Dilarang Pakai Masker Scuba

ASN di Banyumas Dilarang Pakai Masker Scuba

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X