Ibu Alawy Ingin Doyok Dihukum Mati

Kompas.com - 27/05/2013, 17:37 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Endang Puji Astuti, ibu dari Alawy Yusianto Putra, siswa SMA Negeri 6 Jakarta yang tewas dalam tawuran dengan pelajar SMA Negeri 70 pada 24 September 2012, menuntut agar terdakwa Fitra Ramadhani alias Doyok dijatuhi hukuman mati.

Hal itu disampaikan Endang di sela-sela pelaksanaan sidang pembacaan vonis terhadap Doyok di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (27/5/2013) sore. Doyok adalah terdakwa yang mengakibatkan hilangnya nyawa Alawy dalam peristiwa tawuran antarpelajar kedua sekolah tersebut di sekitar Bundaran Bulungan.

"Enggak puas dong (tuntutan 9 tahun). Nyawa dibalas nyawa, dia (Doyok) bunuh anak saya. Anak saya sudah mati, sudah enggak bisa ketemu lagi, saya kangen. Dia (Doyok) masih bisa ketemu dengan orangtuanya," kata Endang yang terlihat didampingi suaminya, Tauri Yusianto.

Berbeda dari Endang, Tauri tampak berusaha lebih tegar. Tauri tidak mengeluarkan sepatah kata pun saat ditanya oleh wartawan. Dalam persidangan pembacaan tuntutan pada 1 Mei 2013 lalu, Fitrah dituntut hukuman 9 tahun penjara atas perbuatannya yang mengakibatkan hilangnya nyawa Alawy.

Berdasarkan pengamatan Kompas.com di PN Jaksel, sejumlah siswa dari SMAN 70 dan SMAN 6 juga telah hadir dalam sidang pembacaan vonis tersebut. Polsek Metro Pasar Minggu mengerahkan sekitar 35 orang polisi untuk mengamankan jalannya sidang, termasuk sejumlah personel dengan senjata laras panjang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Mobil Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Diduga Rem Blong

Detik-detik Mobil Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Diduga Rem Blong

Regional
Sampah Jadi Permasalahan Klasik Sungai di Denpasar, Dibersihkan untuk Antisipasi Banjir

Sampah Jadi Permasalahan Klasik Sungai di Denpasar, Dibersihkan untuk Antisipasi Banjir

Regional
Polda Jambi Bantah Disebut Membubarkan Deklarasi KAMI

Polda Jambi Bantah Disebut Membubarkan Deklarasi KAMI

Regional
Napi Bisa Kendalikan Narkoba, Kepala Lapas Pekanbaru Mengaku Lalai

Napi Bisa Kendalikan Narkoba, Kepala Lapas Pekanbaru Mengaku Lalai

Regional
Libur Panjang, 83.257 Kendaraan Melintas di Tol Pemalang-Batang

Libur Panjang, 83.257 Kendaraan Melintas di Tol Pemalang-Batang

Regional
Masuk Riau Diperketat, Penumpang Wajib Cek Suhu Tubuh di Pos Jaga

Masuk Riau Diperketat, Penumpang Wajib Cek Suhu Tubuh di Pos Jaga

Regional
Gudang Rosok Dibongkar Pencuri, Beberapa Kuintal Barang Bekas Hilang

Gudang Rosok Dibongkar Pencuri, Beberapa Kuintal Barang Bekas Hilang

Regional
Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Bocah 9 Tahun Tewas, Belasan Lain Luka

Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Bocah 9 Tahun Tewas, Belasan Lain Luka

Regional
Soal Pembubaran Deklarasi KAMI di Jambi, Ini Penjelasan Gugus Tugas

Soal Pembubaran Deklarasi KAMI di Jambi, Ini Penjelasan Gugus Tugas

Regional
Karyawati SPBU Tewas dengan Tubuh Terluka di Jalan, Keluarga Duga Dibunuh

Karyawati SPBU Tewas dengan Tubuh Terluka di Jalan, Keluarga Duga Dibunuh

Regional
Klaster Pilkada Purbalingga Meluas, dari Paslon, Tim Sukses, hingga Petugas KPU Positif Covid-19

Klaster Pilkada Purbalingga Meluas, dari Paslon, Tim Sukses, hingga Petugas KPU Positif Covid-19

Regional
Pria yang Merusak Motornya dengan Batu Besar Akhirnya Ditilang

Pria yang Merusak Motornya dengan Batu Besar Akhirnya Ditilang

Regional
BPBD Catat 31 Desa dan 10 Kecamatan Terdampak Banjir Kebumen

BPBD Catat 31 Desa dan 10 Kecamatan Terdampak Banjir Kebumen

Regional
Pemkot Malang Ingin RS Lapangan Tetap Didirikan Meski Kasus Aktif Tersisa 17 Orang

Pemkot Malang Ingin RS Lapangan Tetap Didirikan Meski Kasus Aktif Tersisa 17 Orang

Regional
Wali Kota Solo 'Bermain' Medsos: Tujuan Utama Bukan untuk Pencitraan...

Wali Kota Solo "Bermain" Medsos: Tujuan Utama Bukan untuk Pencitraan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X