Ketua DPRD: Pelantikan Bupati Bonbol Bisa Masuk Muri

Kompas.com - 27/05/2013, 15:26 WIB
|
EditorFarid Assifa

BONE BOLANGO, KOMPAS.com — Meski sempat tersandung masalah prosedural, pelantikan Bupati Bone Bolango (Bonbol) yang baru, Hamim Pou, akhirnya terlaksana pada Senin (27/5/2013) siang tadi. Bertempat di gedung DPRD Bonbol, Hamim dilantik sebagai bupati meneruskan sisa periode 2010-2015 oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie.

Sebelumnya, Hamim merupakan wakil bupati di kabupaten yang baru berumur sepuluh tahun tersebut mendampingi almarhum Bupati Abdul Haris Nadjamuddin. Pasangan ini dilantik pada 2010 setelah memenangi pilkada lewat jalur independen. Tak lama setelah dilantik, Bupati Abdul Haris Nadjamuddin terpaksa harus meninggalkan jabatannya lantaran menjadi tersangka dua kasus korupsi, yakni kasus pembangunan Pentadio Resort dan Mal Limboto.

Hamim pun kemudian ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bonbol. Pada Desember 2012, Abdul Haris Nadjamuddin meninggal dunia saat kasus korupsi yang tengah menimpanya belum juga mendapatkan putusan yang jelas. Kemendagri pun kemudian menerbitkan surat keputusan (SK) pengangkatan Hamim sebagai bupati definitif setelah selama hampir tiga tahun menjadi Plt Bupati Bonbol.

Pada Jumat (10/5/2013) lalu, Hamim dilantik sebagai bupati oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim di halaman kantor Bupati Bonbol. Pelantikan ini kemudian dianulir oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) karena dianggap menyalahi Pasal 111 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah, di mana seorang bupati atau wali kota seharusnya dilantik oleh seorang gubernur.

Baru pada hari ini Hamim dilantik lagi oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie sehingga total sejak 2010 dia harus menjalani empat kali pelantikan. Proses pelantikan Hamim yang mencapai empat kali ini kemudian ditanggapi Ketua DPRD Bonbol Rusliyanto Monoarfa dengan nada bercanda.

"Seharusnya Pak Bupati bisa kita usulkan masuk Muri (Museum Rekor Dunia Indonesia). Dilantik sebanyak empat kali itu termasuk rekor," kata Ketua DPRD Bonbol saat tengah memimpin Rapat Istimewa Pelantikan Bupati Bonbol siang tadi. Dalam kesempatan itu, Rusliyanto juga berpesan kepada bupati untuk meneruskan sisa masa jabatannya dengan baik sampai tahun 2015 nanti.

"Antara eksekutif dan legislatif harus saling bersinergi demi masa depan Bone Bolango," ujar Rusliyanto.

Hamim sendiri mengaku lega dengan proses panjang yang harus dia jalani sampai menjadi bupati. "Ini sudah takdir Tuhan," kata Hamim.

Menurut bupati yang merupakan mantan wartawan itu, dia belum memikirkan siapa yang tepat menjadi wakil bupati untuk mengisi posisi yang ditinggalkannya dahulu. Saat ini Hamim memilih fokus pada pembenahan infrastruktur dan pendidikan.

"Kalangan mana pun boleh menjadi wakil bupati. Hanya saya belum mau memikirkannya sekarang," kata Hamim.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X