Sembilan Tewas Tenggelam di Minahasa, Dua Tewas akibat Tabrakan di Konawe

Kompas.com - 26/05/2013, 02:50 WIB
Editor

 

Manado, Kompas - Sembilan remaja dan pemuda berusia 13-20 tahun tewas tenggelam di pantai Tulap, Minahasa, Sulawesi Utara, saat rekreasi hari libur, Sabtu (25/5) siang. Para korban tenggelam setelah perahu yang ditumpangi terbalik dan langsung terseret arus laut.

Kapolres Minahasa Ajun Komisaris Besar Henny Posumah mengatakan, selain korban tewas, dua korban kritis dan seorang masih dicari. ”Mereka murni kecelakaan di pantai,” kata Henny.

Keterangan yang diperoleh menyebutkan, korban adalah remaja dan pemuda Gereja GMIM Sentrum Liningaan Tondano yang melakukan kegiatan rekreasi di pantai Tulap. Para korban dibawa ke Rumah Sakit Bethesda Tomohon untuk diotopsi.

Menurut Yunus, rekan korban, semula teman-temannya hanya mandi di pantai itu. Namun, menjelang pukul 15.00, sebagian dari mereka menyewa perahu nelayan sambil mengitari laut. ”Entah bagaimana perahu terbalik, para korban berjatuhan ke laut,” katanya. Kepolisian Resor Minahasa masih memverifikasi data korban meninggal dan selamat.

Pihak gereja GMIM Sentrum Liningaan Tondano menyatakan tak tahu-menahu dengan kegiatan remaja dan pemuda itu. Sejak sore suasana gereja tampak sepi. ”Tidak ada kegiatan di gereja kami,” kata seorang petugas gereja.

 

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Pemerintah Kabupaten Minahasa, Agustivo Tumondo merilis sejumlah nama korban meninggal, antara lain, Angie Tengkel, Bela Surentu, Valdo Surentu, Dandi Wuisang, Dela Waney, Pingkan Mentu, serta dua orang kritis, yaitu Andre Tumengkol dan Jeniver Alexander.

 

 

 

 

 

Sementara itu, kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah mobil pikap dan sepeda motor terjadi di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Sabtu (25/5). Dalam peristiwa itu, dua orang tewas dan belasan lainnya luka.

Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Konawe Ajun Komisaris W Sulistiyono mengatakan, kecelakaan terjadi pukul 11.20 di ruas jalan Desa Wawolemo, Kecamatan Pondidaha, Konawe. Ruas itu merupakan jalur penghubung utama antara Kota Kendari dan Konawe yang berjarak sekitar 30 kilometer arah barat Kendari.

Sulistiyono menjelaskan, peristiwa bermula saat mobil Suzuki Carry pikap bernomor polisi DT 9363 NE yang dikemudikan Asrun (30) melaju dari arah Unaaha, ibu kota Konawe, menuju Kendari. Mobil mengangkut 15 penumpang yang akan mengantar anggota keluarga ke Bandara Haluoleo.

Saat melaju di salah satu tikungan di Desa Wawolemo, ban mobil tiba-tiba pecah sehingga kendaraan oleng ke jalur berlawanan di sisi kanan. ”Dari keterangan saksi, kecepatan mobil 50-60 kilometer per jam,” kata Sulistiyono.

Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi DT 2263 WF yang dikendarai Deslita (27) yang berboncengan dengan Dila Oktavia. Tabrakan antara mobil pikap dan sepeda motor itu pun tak terhindarkan. (ZAL/ENG)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.