Kompas.com - 26/05/2013, 00:31 WIB
|
EditorErvan Hardoko

MAGELANG, KOMPAS.com - Prosesi detik-detik Tri Suci Waisak 2557 BE/2013 di pelataran Candi Mendut, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah diwarnai aksi pencopetan.

Belasan wisatawan termasuk dua orang jurnalis yang sedang meliput kegiatan terpaksa kehilangan barang berharga berupa tas, dompet dan telepon genggam mereka.

Bagyo Harsono, jurnalis harian lokal Kedaulatan Rakyat, harus kehilangan telepon seluler sedangkan jurnalis kantor berita Antara, Hari Atmoko kehilangan dompet.

"Kejadiannya satelah prosesi detik-detik Waisak saya hendak keluar komplek Candi Mendut. Kondisi di pintu keluar kompleks memang dipenuhi warga," kata Bagyo.

"Saya berdasak-desakkan disitu. Setelah berhasil keluar saya baru sadar HP saya hilang," tutur Bagyo.

Setelah itu, Bagyo sempat menghubungi nomor miliknya namun ternyata sudah tidak aktif. Dia akhirnya merelakan alat komunikasinya itu dan tidak melapor ke pihak berwajib.

Nasib sama menimpa Kalki MS, seorang wisatawan asal Bekasi, Jawa Barat. Kalki harus kehilangan telepon Blackberry Onyx 2 miliknya yang dia simpan dalam tasnya.

Dia mengaku merasa ada orang yang membuka tasnya. "Kejadiannya pas saya mau keluar usai detik-detik Waisak. Saat itu berdesak-desakan dengan banyak orang. Saya merasa resleting (tas ) saya dibuka," jelasnya, usai melapor di Pos Pengamanan Candi Mendut.

Kalki mengaku sempat mencurigai seorang pria paruh baya yang sedang menelepon. Tal lama kemudian, saat membuka tasnya ternyata telepon genggamnya sudah lenyap.

"Kemungkinan ini melibatkan jaringan. Saya dengar informasi, bahkan ada banyak yang kecopetan. Harapan saya bagi panitia dan aparat untuk tetap menginformasikan penjagaan barang pada pengunjung," jelasnya.

Kapolsek Mungkid, AKP Angudi S, menjelaskan sudah mendapatkan sekitar 18 laporan kehilangan atau kecopetan. Angudi mengatakan polisi menerima 12 orang melaporkan kehilangan barang pada Sabtu.

Sementara enam orang lainnyamelapor pada saat penyemayaman air suci dan api abadi, Jumat (24/5/2013).  Sebagian besar pelapor mengaku kehilangan telepon genggam atau dompet.

Angudi mengatakan, ada peningkatan laporan dibandingkan tahun lalu, yang hanya dua laporan kehilangan "Kami terus mengingatkan agar warga tidak lengah dan tetap waspada, karena pengunjung yang banyak," dia menegaskan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.