Kompas.com - 25/05/2013, 10:29 WIB
EditorAgus Mulyadi

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Provinsi Lampung masih mengalami diskriminasi dari petugas pelayanan kesehatan.

"Mereka menggunakan alat pengaman yang berlebihan saat melayani kami," kata salah satu ODHA di Lampung, Mariana, saat bersilaturahim di Sekretariat Kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung, Sabtu (25/5/2013).

Menurut Mariana, perlakuan lain yang kurang menyenangkan dari petugas kesehatan di salah satu rumah sakit pemerintah di Lampung itu adalah ulah petugas yang tidak menyembunyikan identitas ODHA yang sedang dirawat di sana.

"Ada salah satu ODHA dampingan kami diperlakukan tak wajar. Secara terang-terangan dokter itu berkata: ’Ya wajar saja kalian terkena HIV/AIDS, perilaku kalian seperti itu’, dan perkataan itu justru disampaikan di bangsal, sehingga perhatian orang di dalam ruangan itu tertuju kepada rekan kami itu," kata Mariana.

Mariana menambahkan, ODHA tersebut sampai menangis. Kondisi kesehatannya pun terus menurun karena dia stres menerima perlakuan diskriminasi itu.

ODHA lain, Ade Komariyah, menambahkan, perlakuan lain yang kurang menyenangkan adalah masih ada dokter yang memberi resep salah.

"Semestinya kami mendapat obat VCR sebanyak dua keping, tetapi pelayan kesehatan hanya memberi satu. Padahal dosis kami dalam sehari harus minum dua obat," katanya.

Ade menjelaskan HIV/AIDS merupakan penyakit menular, tetapi tidak mudah untuk ditularkan. Masyarakat tidak perlu bersikap yang berlebihan saat bertemu dengan ODHA.

"HIV/AIDS hanya bisa menular melalui darah, cairan pelumas, dan hubungan seksual," ujarnya.

Ade menambahkan, orang yang terinveksi HIV/AIDS tersebut memiliki hak yang sama seperti masyarakat lainnya. "Jangan sampai karena kami tertular, kami dibuat tidak nyaman berada di lingkungan masyarakat umum," ujar Ade.

Sementara itu, dalam rangka penguatan terhadap ODHA, Elvina Harahap, salah satu ODHA lainnya, mengatakan, akan melaksanakan malam renungan HIV/AIDS Nusantara pada Minggu (26/5/2013) yang berlangsung di ruang pertemuan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.