Kompas.com - 25/05/2013, 07:47 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

PONTIANAK, KOMPAS.com - Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Kalimantan Barat menilai ada kejanggalan dalam penanganan kasus gula ilegal di Kota Pontianak. Salah satunya, barang bukti gula yang dititipkan di rumah tersangka hingga akhirnya diamankan oleh polisi.

Sekretaris Lira Kalbar, Arry Hapy, Jumat kemarin menjelaskan, penitipan barang sitaan di gudang milik tersangka tidak sesuai dengan KUHAP. "Semua barang sitaan semestinya dititipkan di Rumah Penitipan Barang Sitaan Negara," kata Arry.

Sebanyak 451 karung gula ilegal disita oleh Kodim 1207 Pontianak pekan lalu. Namun, 196 karung gula ilegal diklaim merupakan barang titipan Polresta Pontianak dan Direktorat Polisi Perairan Polda Kalbar.

"Di lokasi, juga ditemukan ada karung pengganti bermerek Indonesia dan mesin jahit, sehingga ada kesan tersangka dibiarkan beraksi. Kami mendesak Polda Kalbar mengusut insiden tak dititipkannya barang sitaan ke Rupbasan walaupun sekarang, setelah publik tahu, gula baru dititipkan di Rupbasan," kata Arry.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.