Kompas.com - 25/05/2013, 02:00 WIB
EditorPalupi Annisa Auliani

LONDON, KOMPAS.com — Kepolisian Inggris menangkap dua orang yang dicurigai membahayakan sebuah penerbangan rute Pakistan-Inggris, Jumat (24/5/2013) siang waktu setempat. Penerbangan tersebut mendarat darurat di Bandar Udara Stansted, di luar kota London, Inggris.

Pesawat milik Pakistan International Airlines bernomor PK709 yang seharusnya mendarat di Bandara Manchester mendapat pengawalan jet tempur Inggris, dan pendaratannya dialihkan ke Stansted. Kepolisian Essex yang membawahi Bandara Stansted langsung menangkap dua orang itu, lalu mengeluarkan mereka dari pesawat dengan 297 penumpang tersebut.

Insiden ini masih disebut sebagai pidana, belum dinyatakan sebagai aksi terorisme. Wajid Hasan, Komisaris Tinggi Pakistan untuk Inggris, mengatakan kepada CNN bahwa kedua penumpang terlibat perselisihan dengan pramugari dan mengancam akan meledakkan pesawat.

Pramugari langsung memberitahu pilot mengenai perkembangan situasi di kabin, yang kemudian mengabarkannya pada otoritas kontrol penerbangan Inggris. Otoritas tersebut kemudian mengirimkan pesawat jet tempur untuk mengawal pesawat ini dan mengalihkan tujuan pendaratan.

Sejauh ini, kata Wajid, tidak ditemukan bahan peledak di kabin. Semua penumpang pesawat juga terpaksa menjalani pemeriksaan dan kargo dibongkar untuk pemeriksaan yang lebih teliti. Proses pemeriksaan diperkirakan butuh waktu empat jam, dan sesudahnya pesawat baru bisa kembali melanjutkan penerbangan ke Manchester

Juru Bicara Pakistan International Airlines, Mashood Tajwar, mengatakan, pesawat tetap akan dijadwalkan langsung bertolak kembali ke Lahore, Pakistan, sesudah mengantar penumpang ke Manchester. Para penumpang pesawat yang tertahan di Stansted menyebut penundaan ini disebabkan oleh "ketakutan atas terorisme".

Sementara seorang pejabat Pakistan International Airlines sebelumnya menyebut pengalihan pendaratan dipicu oleh "penumpang yang nakal". Menurut pejabat ini, kedua penumpang yang kemudian ditangkap kepolisian Essex hanya menyebabkan gangguan pada pesawat dengan mengancam penumpang dan staf. "Ini adalah pelajaran bagi penumpang pemarah," kata dia.

20 menit sebelum mendarat

Tajwar mengatakan kepada CNN, insiden terjadi 20 menit sebelum pesawat dijadwalkan mendarat di Manchester, ketika otoritas pengawas lalu lintas udara mendapat laporan soal "ancaman teror" tersebut. Kepolisian Inggris, ujar dia, belum menghubungi perusahaannya untuk konfirmasi dugaan ancaman teror terkait penumpang dalam penerbangan itu. "Informasi ini dapat menjadi ancaman bom, tetapi kami belum yakin, itu bisa menjadi ancaman palsu," kata Tajwar.

Sumber keamanan di London mengatakan kepada CNN bahwa indikasi awal menyatakan pengalihan pendaratan penerbangan Pakistan International Airlines bukanlah insiden terkait terorisme. Adapun pejabat Bandara Stansted mengatakan, kini pesawat terisolasi dari kawasan parkir pesawat pada kondisi normal selama kepolisian menangani insiden tersebut. Pesawat Typhoon dari RAF Coningsby dikirim ke Stansted untuk menyelidiki insiden ini, ujar pernyataan dari Kementerian Pertahanan Inggris. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.