Pelajar SMA 6 Corat-coret Seragam, SMA 70 Adem Ayem

Kompas.com - 24/05/2013, 19:37 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Ratusan pelajar SMA Negeri 6 Jakarta Selatan meluapkan kebahagiaannya dengan mencorat-coret seragam sekolah setelah mengetahui hasil pengumuman ujian nasional, Jumat (24/5/2013) sore. Sebaliknya, pelajar SMA Negeri 70 terlihat adem ayem.

Dalam pantau Kompas.com di kedua sekolah, Jumat pagi, tak terlihat ada aktivitas siswa-siswi kelas XII di kedua sekolah tersebut. Aktivitas belajar di kedua sekolah tersebut berlangsung normal.

Pada sore hari, para pelajar SMAN 6 tampak berkumpul dan melakukan corat-coret seragam di sekitar Bundaran Bulungan, depan Blok M Plaza, Jakarta Selatan. Sementara itu, pelajar dari SMAN 70, yang berjarak beberapa meter dari Bundaran Bulungan dan SMA 6, justru tampak lengang. Tidak ada aktivitas pelajar yang merayakan kelulusan dengan aksi corat-coret.

Cinta, seorang siswa SMAN 6, menyatakan sangat senang karena telah lulus UN. Ia sudah tidak sabar untuk memasuki jenjang perkuliahan. "Alhamdulillah, senang banget lulus, enggak bete lagi. Sekolah selama ini sudah memberikan yang terbaik buat kita hingga akhirnya lulus semua dan rencana mau lanjut kuliah," kata Cinta.

Seperti halnya Cinta, pelajar lain dari SMAN 6, Dini, juga turut merayakan pesta kelulusan ini dengan mencorat-coret seragam sebagai kenang-kenangan atas momen terakhir masa SMA. "Kita luapkan kebahagiaan, ini kan terakhir untuk kenang-kenangan," ujarnya.

Ibnu, siswa dari sekolah yang sama, menyatakan bahwa kegiatan corat-coret itu sudah direncanakan oleh seluruh siswa meski mendapat larangan dari sekolah. Ia menolak anggapan bahwa aksi corat-coret identik dengan tawuran. Ia mengatakan, meski pelajar berkumpul di luar sekolah, mereka tetap berada di lingkungan sekitar sekolah dan masih dalam pemantauan guru.

"Enggak boleh masuk ke sekolah, kita janjian di sini. Pilox ada banyak, sekitar 20, kita ada ratusan pelajar. Enggak tawuranlah, kita antitawuran," kata Ibnu ketika ditemui di Bundaran Bulungan.

Sementara itu, sejumlah pelajar terlihat duduk-duduk di warung rokok yang sering menjadi tempat berkumpul siswa SMAN 70. Mereka hanya mengobrol biasa dan mengenakan pakaian bebas, bukan seragam sekolah. Situasi SMAN 7 di depan warung tersebut juga tampak normal.

Wakil Bidang Kesiswaan SMAN 6 Thomas mengemukakan bahwa sekolah telah meminta para siswa untuk tidak melakukan aksi coret-coret. Hal itu terlihat dengan adanya larangan siswa kelas XII untuk datang ke sekolah pada pagi hari saat pengumuman kelulusan. Kedatangan mereka dikhawatirkan mengganggu proses belajar adik kelas mereka. Lagi pula, pengumuman kelulusan dilakukan secara online.

Thomas menyampaikan, meski melakukan aksi corat-coret, para siswa sudah sepakat untuk tidak melakukan tawuran. "Harapan kita juga begitu, tapi anak-anak kenangan terakhir karena seratus persen lulus semua. Mereka juga komitmen tidak ke mana-mana, harus di sini aja kita mantau," kata Thomas.

Pengumuman kelulusan dilakukan pukul 10.00 WIB oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Meskipun saat pelaksanaannya sempat mengalami kekacauan akibat distribusi soal yang tidak merata, pengumuman UN tetap dilakukan serentak.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Pejabat, Tolong Jangan Disalahgunakan, Ini Amanah dari Masyarakat...'

"Pejabat, Tolong Jangan Disalahgunakan, Ini Amanah dari Masyarakat..."

Regional
Warga Sumedang Diminta Tak Keluar Daerah Saat Libur Panjang Akhir Oktober

Warga Sumedang Diminta Tak Keluar Daerah Saat Libur Panjang Akhir Oktober

Regional
Kisah Nenek Sumirah Makan dan Tidur di Rumah Penuh Sampah Bersama 2 Anak Gangguan Jiwa

Kisah Nenek Sumirah Makan dan Tidur di Rumah Penuh Sampah Bersama 2 Anak Gangguan Jiwa

Regional
Ambulans Pengantar Pasien Covid-19 Tabrakan dengan Truk Fuso, Sopir dan Bidan Luka Parah

Ambulans Pengantar Pasien Covid-19 Tabrakan dengan Truk Fuso, Sopir dan Bidan Luka Parah

Regional
Teater Tak Mati di Tengah Pandemi

Teater Tak Mati di Tengah Pandemi

Regional
Ini Satu-satunya Kelurahan yang Belum Terpapar Covid-19 di Kota Padang

Ini Satu-satunya Kelurahan yang Belum Terpapar Covid-19 di Kota Padang

Regional
Setahun Menabung di Galon Kosong, Romdoni Bayar Pajak Mobil Senilai Rp 1,2 Juta Pakai Koin

Setahun Menabung di Galon Kosong, Romdoni Bayar Pajak Mobil Senilai Rp 1,2 Juta Pakai Koin

Regional
Pembunuh Wanita Hamil 7 Bulan di Bandung Ternyata Suami Siri, Pelaku Juga Bawa Kabur Harta Korban

Pembunuh Wanita Hamil 7 Bulan di Bandung Ternyata Suami Siri, Pelaku Juga Bawa Kabur Harta Korban

Regional
Pengacara Memohon agar Hakim Bebaskan Bupati Bengkalis Amril Mukminin

Pengacara Memohon agar Hakim Bebaskan Bupati Bengkalis Amril Mukminin

Regional
Bayar Pajak Mobil Pakai Koin, Pedagang Mainan: Para Pejabat, Tolong Jangan Disalahgunakan

Bayar Pajak Mobil Pakai Koin, Pedagang Mainan: Para Pejabat, Tolong Jangan Disalahgunakan

Regional
Detik-detik Seorang Warga Diserang Beruang Saat Berada di Ladang, Alami Luka Cakar di Bahu

Detik-detik Seorang Warga Diserang Beruang Saat Berada di Ladang, Alami Luka Cakar di Bahu

Regional
BPBD Cianjur Catat 115 Bencana Alam Sepanjang Tahun Ini

BPBD Cianjur Catat 115 Bencana Alam Sepanjang Tahun Ini

Regional
Begini Proses Menghalau Beruang yang Mencakar Warga di Solok Selatan

Begini Proses Menghalau Beruang yang Mencakar Warga di Solok Selatan

Regional
Puting Beliung Landa Agam, 8 Rumah Rusak dan Akses Jalan Sempat Putus

Puting Beliung Landa Agam, 8 Rumah Rusak dan Akses Jalan Sempat Putus

Regional
Kampanye Pilkada via Medsos di Bangka Belitung Sepi Peminat

Kampanye Pilkada via Medsos di Bangka Belitung Sepi Peminat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X